Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Turun ke Posisi 20
Klasemen medali Asian Games 2026 Selasa 22 September pukul 15.00 WIB. Indonesia turun ke posisi 20 setelah Cok Istri menambah perunggu.
Logo Liga 1 - Ist
Harianjogja.com, SEMARANG — Duel dua tim terluka akan tersaji pada pekan kelima Liga 1 2022, saat PSIS Semarang menjamu Persik Kediri di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (18/8/2022) sore.
PSIS Semarang yang gagal mendapatkan poin di laga sebelumnya dipastikan tampil maksimal di kandangnya. Apalagi, sat ini PSIS menempati peringkat ke-13 dengan 4 poin.
Sedangkan Persik Kediri yang baru saja ditinggalkan pelatihnya Javier Roca butuh kemenangan. Sebab, sampai pekan keempat, mereka masih berada di peringkat ke-17 dengan 1 poin.
Jika menilik head to head, kedua kesebelasan sama-sama kuat. Baik, PSIS dan Persik Kediri tercatat sama-sama menang sebanyak tiga kali.Sedangkan dua laga lainnya antara PSIS vs Persik berakhir imbang
Susunan Pemain
PSIS
Wahyu Tri (gk), Alie Sesay, Frendi Saputra, Wahyu Prasetyo; Ahmad Syiha Buddin, Delfin Rumbino; Andreas Ado, Alfeandra Dewangga, Wawan Febrianto, Taisei Marukawa; Jonathan
Persik
Kartika Ajie (kiper), Arthur Felix Silva, Samsul Arifin, Faris Aditama, M Rivaldi, Renan Da Silvax Rohir Chand, Taufiq, Joandersen Jesus, M Ridwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klasemen medali Asian Games 2026 Selasa 22 September pukul 15.00 WIB. Indonesia turun ke posisi 20 setelah Cok Istri menambah perunggu.
Kemenhub mencatat bus terlibat 21.269 kecelakaan sepanjang 2025. Pemerintah mendorong penerapan SMK PAU untuk memperkuat keselamatan.
Menpar Widiyanti kenalkan potensi wisata yacht Indonesia kepada investor asing, dari Raja Ampat hingga pasar yacht yang ditargetkan tumbuh.
HPP gula petani tak berubah sejak 2024. APTRI mengusulkan Rp15.500/kg, tetapi keputusan pemerintah belum terbit saat musim giling 2026 berakhir.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.