Pemilu Amerika Serikat: Trump Sementara Unggul dari Harris
Pemungutan suara di sejumlah negara bagian Amerika Serikat resmi ditutup. Berdasarkan hasil sementara Donald Trump unggul dari pesaingnya Kamala Harris.
Unjuk rasa suporter sepakbola Indonesia atas Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung di kawasan Stadiun Gelora Bung Karno, Jakarta Minggu (2/10/2022)./JIBI-Bisnis.com-Surya Dua Artha
Harianjogha.com, JAKARTA—Presiden Madura United Achsanul Qosasi meminta para pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI mundur dari jabata mereka menyusul Tragedi Kanjuruhan.
Pengurus PSSI, kata Achsanul, wajib bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa, korban luka, dan masalah yang ada.
Hal tersebut disampaikan oleh Achsanul Qosasi melalui unggahan di akun Twitter @AchsanulQosasi. Dia memberikan tanggapan mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, dengan kapasitasnya sebagai Presiden Klub Madura United.
Achsanul menilai bahwa PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus menghentikan jalannya kompetisi Liga 1 hingga terdapat pernyataan resmi dari Federation Internationale de Football Association (FIFA) mengenai tragedi tersebut.
Penghentian kompetisi menjadi penting agar terdapat evaluasi menyeluruh dan mendalam atas tragedi yang ada. Kompetisi Liga 1 baru bisa berjalan setelah adanya perbaikan.
Achsanul pun menilai bahwa para pengurus PSSI harus mundur dari jabatannya. Jumlah korban jiwa yang lebih dari 127 orang membuat kejadian di Kanjuruhan sebagai tragedi terburuk kedua dalam sejarah sepak bola dunia, setelah tragedi Estadio Nacional di Peru pada 1964, yang menewaskan 328 orang.
"PSSI wajib bertanggung jawab, dan semua pengurusnya harus mundur. Sebagai respect terhadap korban dan keluarganya," tulis Achsanul dalam cuitannya, Minggu (2/10/2022).
Dia pun menilai bahwa PSSI tidak perlu membentuk tim-tim tertentu untuk mengusut tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atau Komite Olahraga Nasional Indonesia selaku organ pemerintah yang semestinya melakukan pengusutan.
Lalu, organ pemerintah harus melibatkan penegak hukum dan FIFA dalam membuat investigasi dan menentukan langkah selanjutnya. Hal tersebut penting agar independensi dari penyelidikan dapat berjalan, sehingga hasilnya obyektif.
1. Mungkin ada yg tak sependapat dg saya, tapi inilah sikap saya sbg Club Madura Utd FC atas Tragedy di Kanjuruhan,
— Achsanul Qosasi (@AchsanulQosasi) October 2, 2022
a. Hentikan Kompetisi, sampai ada statement resmi FIFA.
b. PSSI wajib bertanggung jawab, dan semua pengurusnya harus Mundur. Sbg respect thd korban & keluarganya.
"Jangan melokalisir kesalahan di Malang, bahwa yang salah seolah yang mengurus pertandingan di Malang. Ini keputusan federasi nasional, di bawah kendali federasi [PSSI], tragedi dunia sepak bola," tulis Achsanul yang juga merupakan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI-Bisnis.com
Pemungutan suara di sejumlah negara bagian Amerika Serikat resmi ditutup. Berdasarkan hasil sementara Donald Trump unggul dari pesaingnya Kamala Harris.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.