Prediksi Real Madrid vs Juventus Dini Hari Nanti: Susunan Pemain, H2H
Real Madrid dan Juventus akan bertemu pada big match dalam laga lanjutan Liga Champions 2025-2026. Prediksi skor mengunggulkan Real Madrid menang.
Pemain Juventus, Angel Di Maria/Mundo Deportivo
Harianjogja.com, JOGJA—Juventus dihukum pengurangan 15 poin oleh Pengadilan Liga Italia (FIGC) karena pemalsuan laporan keuangan. Juventus pun kini harus merosot ke posisi 10.
Kabar buruk datang dari tim papan atas Liga Italia, Juventus, yang mendapat hukuman pengurangan sebanyak 15 poin.
Hukuman pengurangan poin di Liga Italia kepada Juventus ini diberikan akibat kasus pemalsuan nilai transfer dan keuntungan modal.
Pengurangan poin kepada Juventus di Liga Italia, berawal dari diterimanya tuntutan Jaksa FIGC oleh Pengadilan Banding Federal yang membuka kembali sidang terhadap Juventus.
Jaksa FIGC, Giuseppe Chine, meminta persidangan dibuka kembali setelah adanya investigasi Prisma terkait praktik adanya dugaan pembayaran rahasia pemain yang disetujui pada awal pandemi Covid-19.
Akibatnya Pengadilan Banding Federal membuka kembali kasus tersebut dan menyelidiki kasus ini lebih dalam.
Juventus diselidiki karena masalah yang dikenal di Italia dengan istilah "plusvalenza". Plusvalenza sejatinya adalah istilah akuntansi dalam bahasa Italia untuk mendeskripsikan laba hasil penjualan aset.
Plusvalenza secara khusus sering dipakai untuk menjelaskan selisih antara harga jual (yang lebih tinggi) dengan biaya dari sebuah aset tertentu.
La Vecchia Signora disebut merekayasa nilai transfer dan pembukuan finansial untuk mengakali aturan FFP (Financial Fair Play).
Contoh nyata ada pada transfer tukar guling Miralem Pjanic dan Arthur Melo pada 2020.
Juventus menyebut transfer Pjanic ke Barcelona senilai 60 juta euro. Padahal dalam kenyataannya nilai transfer tak mencapai angka itu.
Proses hukum pun dimulai terhadap Juventus dan klub lain yang terlibat seperti Empoli, Pescara, Pisa, Sampdoria, Parma, Genoa, Pro Vercelli, dan Novara.
Sebelumnya Giuseppe Chine meminta pengurangan sembilan poin serta skorsing kepada para petinggi klub seperti Andrea Agnelli, Fabio Paratici, dan Federico Cherubini.
Namun, Pengadilan Banding Federal akhirnya menghukum Juventus dengan pemotongan 15 poin di Liga Italia.
Agnelli dan Arrivabene diskorsing dua tahun dari aktivitas sepak bola Italia, sedangkan Nedved menerima hukuman larangan 8 bulan.
Paratici yang kini bekerja di Tottenham Hotspur menerima larangan aktivitas di sepak bola Italia selama 30 bulan. Paratici bisa kehilangan posisinya di Tottenham karena hukuman ini akan diteruskan UEFA ke FIFA.
Cherubini yang menjadi Direktur Olahraga Juventus saat ini menerima hukuman 16 bulan dari aktivitas sepak bola.
Posisi Juventus pun melorot ke peringkat 10 klasemen sementara Liga Italia dengan 22 poin mereka yang tersisa.
Karena sanksi ini, Juventus telah merilis pernyataan resmi bahwa pihaknya akan mengajukan banding melalui Komite Olimpiade Nasional Italia alias CONI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Real Madrid dan Juventus akan bertemu pada big match dalam laga lanjutan Liga Champions 2025-2026. Prediksi skor mengunggulkan Real Madrid menang.
Jadwal bola malam ini 21-22 Mei 2026 menghadirkan duel penentuan juara Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Hilal.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.
Bukan cuma gaya menyetir, ini 8 faktor teknis seperti tekanan ban, oli, hingga modifikasi pelek yang bikin mobil boros BBM. Simak tips solusinya.
Orang tua diingatkan waspadai risiko game online seperti Minecraft, Roblox, dan Fortnite yang berpotensi jadi sarana kejahatan terhadap anak.