Dovizioso Sebut Marc Marquez Belum Segarang Dulu di MotoGP 2026
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.
Logo Serie A Italia./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Skandal besar mengguncang sepak bola Italia setelah otoritas keuangan setempat membongkar jaringan prostitusi mewah yang menyasar kalangan elite, termasuk puluhan pemain Serie A dari klub papan atas.
Perkembangan terbaru mengungkap sekitar 50 pemain Serie A diduga pernah menjadi pelanggan layanan yang dikemas dalam acara hiburan malam eksklusif di wilayah metropolitan Milan. Penyelidikan yang dilakukan atas perintah Pengadilan Milan itu berujung pada penahanan rumah terhadap empat orang yang dituduh memfasilitasi prostitusi sekaligus melakukan pencucian uang.
Jaringan tersebut beroperasi dengan kedok agensi penyelenggara acara. Mereka menawarkan paket hiburan “all-inclusive” bernilai ribuan euro yang mencakup makan malam di klub malam eksklusif, akomodasi hotel mewah, hingga pendampingan perempuan. Dalam sejumlah acara, pelanggan juga dilaporkan menggunakan nitrous oxide atau “gas tertawa” sebagai bagian dari hiburan.
Unit Polisi Ekonomi dan Keuangan Guardia di Finanza menjelaskan bahwa organisasi ini secara sistematis menyasar klien kaya, termasuk atlet profesional dan pengusaha. “Organisasi tersebut mengelola acara yang juga mencakup kemungkinan bagi klien kaya, terutama olahragawan dan pemain sepak bola profesional, untuk mengakses layanan seksual,” demikian keterangan sumber kepada kantor berita EFE.
Meski demikian, aparat menegaskan para pemain yang diduga menjadi pelanggan tidak termasuk pihak yang diselidiki secara hukum. Hal ini karena status sebagai klien dalam kasus tersebut tidak dikategorikan sebagai tindak pidana, serta tidak ditemukan indikasi kekerasan dalam praktik yang terungkap.
Dalam pengembangan kasus, rekaman penyadapan telepon yang dipublikasikan media Italia juga menyeret nama lain dari dunia olahraga. Seorang pembalap Formula 1 disebut-sebut pernah meminta layanan serupa, meski identitasnya belum diungkap secara resmi.
Selain penahanan terhadap tersangka, aparat turut menyita aset senilai lebih dari 1,2 juta euro atau sekitar Rp20 miliar yang diduga berasal dari aktivitas ilegal jaringan tersebut. Para perempuan yang terlibat disebut direkrut dan ditempatkan di sejumlah properti milik jaringan sebelum melayani klien.
Kasus ini memicu sorotan luas di Italia, terutama terhadap gaya hidup kalangan elite olahraga yang selama ini identik dengan kemewahan. Skandal tersebut dinilai mencoreng citra sepak bola profesional, khususnya Serie A yang merupakan salah satu liga paling bergengsi di Eropa.
Perkembangan lebih lanjut dari investigasi ini masih terus dinantikan. Publik kini menunggu apakah penyelidikan akan mengungkap lebih banyak pihak yang terlibat serta sejauh mana dampaknya terhadap dunia sepak bola Italia.
Sorotan terhadap kasus ini diperkirakan akan terus bergulir, seiring tekanan publik agar transparansi ditegakkan. Otoritas Italia menegaskan komitmen untuk menuntaskan penyelidikan, termasuk menelusuri aliran dana dan jaringan yang lebih luas di balik praktik ilegal tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.
Pemerintah membentuk posko terpadu untuk menangani gempa NTT dan mempercepat pemulihan jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, serta internet.
Dua Pos Lantas di Surabaya dilempari bom molotov. Polisi menangkap pelaku dan masih menyelidiki motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Harga emas menguat 0,84% sepekan dan diprediksi melanjutkan reli. Emas berpeluang menguji level US$4.503 per troy ounce.
Australia dan Malaysia menyampaikan belasungkawa atas gempa M7,7 di NTT yang berdampak pada ribuan warga dan menewaskan 47 orang.
BPC HIPMI Kota Yogyakarta mempertemukan lebih dari 50 peserta pitching dengan investor melalui Jogja Investment Arena 2026.