Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Foto ilustrasi kegiatan sepakbola. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Sekolah Sepak Bola (SSB) Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul akan memiliki lapangan senilai Rp350 juta. Lapangan tersebut sedang dalam proses pembangunan di Selatan SD Baturetno, Dusun Tegal Priyan, Kalurahan Baturetno.
Lurah Baturetno, Sarjoko, mengatakan lapangan tersebut tidak hanya mengakomodasi olah raga sepak bola saja namun juga voli.
“Selain itu, di sana nanti ada juga Puskatmas atau Pusat Kesehatan Atlet dan Masyarakat. Tahun ini sudah dapat dipakai lah lapangannya. Prosesnya sudah sampai tahap penanaman rumput,” kata Sarjoko dihubungi pada Senin, (23/1/2023).
BACA JUGA : Kekurangan Lapangan Sepak Bola, Pemkot Jogja Diminta
Lebih jauh, Sarjoko mengatakan dengan adanya lapangan tersebut, aktivitas anak-anak muda yang mengarah pada kriminalitas dapat dialihkan. Dengan begitu kenakalan remaja di Wilayah Kapanewon Banguntapan dapat berkurang.
Tanah yang dipakai untuk mendirikan lapangan tersebut adalah tanah pelungguh. Dengan adanya lapangan baru tersebut, maka banyaknya anggota SSB Baturetno dapat memiliki ruang yang cukup untuk bermain sepak bola utamanya mengembangkan bakat mereka.
“Sekarang ini, khusus kelompok umur 8-10 tahun saja yang berlatih sepak bola pada Selasa, Kamis, dan Jumat mencapai 120 sampai 130 orang. Totalnya ya 400 orang ada lah,” katanya.
BACA JUGA : Sosok di Balik Suksesnya Penggunaan Lapangan Lokal
Terangnya, selama ini, SSB Baturetno menyewa lapangan di Jambidan, Potorono, Paskhas, dan Bawuran untuk berlatih sepak bola.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.