Diizinkan Jokowi Fokus Urusi Sepak Bola, Zainudin Amali Mundur dari Menpora?

Newswire
Newswire Senin, 20 Februari 2023 18:17 WIB
Diizinkan Jokowi Fokus Urusi Sepak Bola, Zainudin Amali Mundur dari Menpora?

Menpora Zainudin Amali (tengah)./Harian Jogja-Sunartono

Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengizinkan dirinya untuk fokus dan konsentrasi mengurus sepak bola nasional setelah menteri dari Partai Golkar tersebut terpilih sebagai Wakil Ketua Umum I PSSI.

"Saya secara pribadi sudah melapor [posisi Waketum I PSSI] kepada Presiden dan tentu beliau sudah mengetahui. Beliau menyerahkan kepada saya dan saya sampaikan akan fokus dan konsentrasi mengurus sepak bola," kata Zainudin Amali di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/2/2023).

Saat melapor kepada Presiden Jokowi, dia mengatakan ingin fokus dan konsentrasi mengurus sepak bola. Hal tersebut dipahami oleh Presiden dan kemudian Presiden mengizinkan Amali untuk fokus dan konsentrasi mengurus sepak bola nasional.

"Itu dipahami beliau dan beliau menyampaikan kepada saya, saya diizinkan fokus pada sepak bola mendampingi Pak Erick Thohir [Ketum PSSI]," kata Amali.

BACA JUGA: Jokowi Beri Izin Erick Thohir dan Zainudin Amali Rangkap Jabatan di PSSI

Disinggung apakah hal pernyataan tersebut menandakan Amali akan mundur sebagai Menpora dan fokus menjadi Waketum I PSSI, Amali menolak memberi penjelasan rinci dan menyerahkan kepada wartawan untuk menafsirkan situasi dan pernyataan yang sudah dia jelaskan.

"Sudah jangan dijelaskan panjang-panjang lagi itu. Masa kalian tanya lagi. Jadi, beliau [Presiden] sudah mengizinkan saya untuk fokus dan konsentrasi mengurus sepak bola mendampingi Pak Erick Thohir, Ratu Tisha dan teman-teman Exco PSSI," katanya.

Sebelum bertemu dengan Presiden Jokowi pada Senin ini, Zainudin Amali mengatakan kepada wartawan bahwa soal mundur atau tidaknya dia sebagai Menpora akan tergantung dari arahan Presiden Jokowi.

"Kami lapor dulu dong, kan kami pembantu Presiden. Tidak ada kami memutuskan sendiri walaupun ada keinginan itu lo. Kalau toh itu menjadi keinginan, tetapi etikanya sebagai pembantu Presiden harus lapor dulu kepada Presiden, kita Kongres Luar Biasa, kemudian kebijakan beliau [Presiden] seperti apa," ucap Amali.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Antara

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online