PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah) dalam Kongres FIFA di Rwanda./Istimewa
KIGALI—Kongres FIFA di Kigali, Rwanda, menjadi kesempatan besar bagi sepakbola Indonesia. Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir memanfaatkan momentum ini untuk menjajaki sejumlah kerja sama dengan federasi sepak bola lain.
Hal ini ditunjukkan Erick saat bertemu dengan Presiden Japan Football Association (JFA) Tashima Kohzo di sela-sela Kongres FIFA pada Kamis (16/3/2023). Dalam beberapa kesempatan, Erick kerap menyinggung langkah keberhasilan Jepang yang secara konsisten melakukan pengembangan berkelanjutan terhadap sepak bola. Hasilnya, ucap Erick, Jepang menjadi barometer sepak bola di Asia.
"Kami berbicara tentang potensi kolaborasi kedua federasi, PSSI dan JFA, untuk kerja sama sepakbola Indonesia dan Jepang ke depannya," ucap Erick pada Kamis (16/3/2023).
Erick menyampaikan fokus area kolaborasi meliputi pengembangan liga, perbaikan perwasitan dan pengembangan sepak bola putri di Indonesia. Mantan Presiden Inter Milan itu mengatakan Jepang sangat antusias dengan rencana kerja sama terhadap pengembangan sepak bola Indonesia.
"Terima kasih kepada JFA yang telah bersama-sama PSSI untuk membangun sepakbola Indonesia ke depan," kata Erick.
Tak hanya dengan Jepang, Erick juga bertemu dengan Presiden Asia Football Confederation (AFC) Shaikh Salman Al Khalifa dan Presiden Federasi Sepakbola Kerajaan Arab Saudi (KSA), Yaser Al Misehal pada Rabu (15/3/2023) kemarin.
Shaikh Salman, ucap Erick, menaruh perhatian besar atas sepakbola Indonesia. Shaikh Salman, lanjut Erick, menilai Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang sangat menggemari sepakbola, namun memiliki pekerja rumah besar dalam memperbaiki iklim sepakbola agar bisa bersaing di kancah internasional.
"Tadi Presiden Shaikh Salman mendorong untuk pembenahan total PSSI karena Indonesia adalah negara sepak bola terbesar di Asia Tenggara," ujar Erick pada Rabu (15/3/2023).
Erick pun mengamini dorongan tersebut sebagai tambahan motivasi dalam memperbaiki sepakbola tanah air. Mantan Presiden Inter Milan itu menyebut perbaikan sepakbola Indonesia sudah menjadi bagian dari program reformasi total dalam tata kelola PSSI.
Erick juga menyebut peran penting KSA dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 bagi Indonesia.Dalam perbincangan dengan Yaser, Erick juga menjajaki sejumlah kerja sama PSSI dengan KSA ke depan.
"Saya berterima kasih ke Presiden Yaser. Arab Saudi adalah salah satu tim yang mendukung Indonesia ketika kita bidding untuk Piala Dunia U-20," kata Erick. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.