Mesin Mobil Harus Mati Saat Isi BBM, Ternyata Ini Alasannya
Mematikan mesin saat mengisi BBM di SPBU merupakan langkah keselamatan untuk mengurangi sumber penyalaan. Simak alasan dan aturan lainnya.
Roberto Mancini. - Harian Jogja/Twitter.com
Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Italia memasuki era baru bersama Roberto Mancini. Pelatih yang membawa Gli Azzurri menjuarai Piala Eropa 2020 itu kembali dipercaya menangani tim nasional setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Mancini akan memulai periode keduanya saat Italia menghadapi Belgia dalam UEFA Nations League di Stadion Olimpico, Roma, Jumat (25/9/2026) malam waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB.
Pertandingan tersebut menjadi awal dari rangkaian laga Nations League yang sekaligus dimanfaatkan Mancini untuk mengevaluasi sejumlah pemain baru dan membentuk kerangka skuad Italia untuk beberapa tahun ke depan.
Italia sebelumnya tersingkir pada playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah bermain 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina di Zenica pada 31 Maret 2026. Gli Azzurri kemudian kalah 1-4 dalam adu penalti sehingga gagal tampil di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, setelah absen pada edisi 2018 dan 2022.
Kembalinya Mancini menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sepak bola Italia sepanjang 2026.
Mancini sebelumnya membawa Italia menjuarai Euro 2020, tetapi kemudian meninggalkan kursi pelatih pada Agustus 2023 dan menerima pekerjaan sebagai pelatih Timnas Arab Saudi. Italia kemudian gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya juga tidak tampil pada Piala Dunia 2018 dan 2022.
Saat kembali diperkenalkan sebagai pelatih Italia, Mancini menegaskan keinginannya untuk membawa tim nasional kembali ke level yang diharapkan publik.
"Kami harus membawa tim nasional kembali ke tempat yang seharusnya. Saya di sini untuk menang dan saya yakin kami akan menikmati momen-momen hebat," kata Mancini.
Tantangan pertama Mancini adalah membangun skuad baru sekaligus memulihkan kepercayaan setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia.
Perubahan di tubuh FIGC tidak berhenti pada pergantian pelatih.
Giovanni Malagò menjadi presiden baru Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Pada Juli 2026, Paolo Maldini sempat ditunjuk sebagai direktur teknis dan Leonardo sebagai penasihat.
Namun, struktur tersebut hanya bertahan singkat. Setelah proses pencarian pelatih baru tidak berjalan sesuai rencana, Maldini dan Leonardo meninggalkan jabatan mereka. FIGC kemudian menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknis bersamaan dengan penunjukan Mancini sebagai pelatih.
Ranieri kemudian mendapatkan peran penting dalam struktur baru Club Italia. Sementara itu, Gianfranco Zola ditunjuk sebagai koordinator proyek kegiatan pembinaan pemain muda. Zola akan bekerja bersama koordinator teknis Maurizio Viscidi.
Dengan susunan tersebut, FIGC tidak hanya melakukan perubahan pada tim senior, tetapi juga berusaha memperkuat jalur pengembangan pemain muda.
Mancini langsung memberikan sinyal bahwa regenerasi menjadi bagian penting dari periode keduanya.
Dari 34 pemain yang dipanggil untuk rangkaian pertandingan Nations League, terdapat sembilan pemain yang mendapatkan panggilan pertama ke tim senior Italia.
Mereka adalah Massimo Pessina, Daniele Ghilardi, Michael Kayode, Eddy Kouadio, Alessandro Romano, Issa Doumbia, Sebastiano Esposito, Antonio Vergara, dan Mohamed Alì Zoma.
Beberapa di antaranya berkarier di luar Italia. Kayode bermain untuk Brentford, Doumbia memperkuat Sporting CP, sedangkan Zoma bermain untuk Nürnberg. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya Mancini melihat lebih banyak opsi pemain untuk skuad masa depan.
"Saya pikir penting untuk memiliki pemain-pemain muda agar kami bisa mengenal mereka secara langsung. Itu sangat penting untuk membangun skuad yang kuat di masa depan," kata Mancini.
Mancini juga menyebut pentingnya mengetahui lebih awal pemain yang dapat menjadi bagian dari tim dalam beberapa tahun mendatang.
Italia akan menghadapi empat pertandingan dalam 11 hari pada awal fase Nations League.
Setelah menjamu Belgia pada 25 September, Italia bertandang ke Turki pada 28 September. Gli Azzurri kemudian menghadapi Prancis di Stade de France pada 2 Oktober sebelum kembali menjamu Turki di Bologna pada 5 Oktober.
Dua pertandingan berikutnya akan berlangsung pada November, masing-masing menghadapi Prancis di Milan dan Belgia di Brussels.
Rangkaian laga tersebut menjadi kesempatan bagi Mancini untuk menguji pemain baru sekaligus menentukan kombinasi skuad yang akan menjadi bagian dari proyek jangka panjang Italia.
Bagi Gli Azzurri, Nations League kini bukan sekadar rangkaian pertandingan kompetitif. Turnamen tersebut menjadi awal proses membangun kembali tim setelah kegagalan tampil di tiga Piala Dunia secara berturut-turut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mematikan mesin saat mengisi BBM di SPBU merupakan langkah keselamatan untuk mengurangi sumber penyalaan. Simak alasan dan aturan lainnya.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 25 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.