DPRD Bantul Minta TKD Ditambah agar Pembangunan Bisa Dipercepat
DPRD Bantul meminta pemerintah pusat menambah TKD agar program pembangunan yang tertunda bisa berjalan, terutama pendidikan dan kesehatan.
Liga 1 Indonesia 2023 - ist/Youtube
Harianjogja.com, SLEMAN—Tribun selatan Stadion Maguwoharjo dipastikan kosong saat PSS Sleman menjamu Bhayangkara Presisi Indonesia FC pada Minggu (13/8/2023) besok.
Hal ini buntut pelanggaran yang dilakukan suporter saat laga melawan Persija Jakarta beberapa waktu lalu. Hukuman itu pun masih akan berlanjut saat Super Elja menghadapi Persebaya Surabaya di stadion yang sama pada Sabtu (26/8/2023) mendatang.
Insiden masuknya suporter ke lapangan saat laga melawan Macan Kemayoran pada Jumat (4/8/2023) membuat PSS Sleman menerima sejumlah sanksi. Selain pengosongan sebagian stadion yakni Tribun Selatan secara penuh di dua laga kandangnya, Super Elja juga harus menerima denda sebesar Rp25 juta akibat kejadian itu.
Hukuman itu keluar pada pekan ini lewat surat dengan Nomor 043/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2023. Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyebutkan bahwa PSS Sleman dinilai melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 karena adanya suporter PSS yang memasuki area lapangan pertandingan.
Suporter dinilai melakukan penganiayaan kepada panitia pelaksanaan pertandingan serta diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.
"Kami sudah melakukan pertemuan via daring dengan perangkat pertandingan yang bertugas ketika PSS menghadapi Persija dan Komdis PSSI. Komdis juga sudah mengirimkan surat sanksi kepada PSS yang telah diterima oleh klub," ujar Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSS, Yuyud Pujiarto, Sabtu (12/8/2023).
BACA JUGA: Hati-hati Penipuan Minta Sumbangan Catut Staf Ketua KPK!
Berdasarkan pelanggaran tersebut, merujuk kepada Pasal 70 Ayat 1, Ayat 4, dan Lampiran 1 nomor 5 Kode Displin PSSI Tahun 2023, PSS dikenakan sanksi penutupan sebagian stadion yaitu seluruh Tribun Selatan sebanyak dua pertandingan saat menjadi tuan rumah.
Dua pertandingan tersebut adalah ketika Super Elja menjamu Bhayangkara Presisi Indonesia FC dan Persebaya Surabaya.
"Hal ini tentu sangat kami sesalkan karena kami tahu, seluruh pendukung PSS pastilah ingin mendukung kebanggaannya berlaga di kandang. Namun kami harus menerima keputusan ini dan mengajak PSS Fans bisa lebih mengerti dalam tindakan apa pun yang dilakukan ke depan," jelasnya.
"Kami juga meminta maaf karena usaha maksimal sudah kami lakukan untuk membuat hal itu tidak terjadi. Kami berharap PSS Fans bersabar dan menerima keputusan ini.”
Selain itu, PSS juga dikenai denda sebesar Rp25.000.000 dan pengulangan terhadap tindakan ini akan berakibat hukuman yang lebih berat bagi PSS. Super Elja tidak bisa mengajukan banding terhadap keputusan ini sesuai Pasal 119 Kode Disiplin PSSI.
"Kami berharap dengan adanya sanksi ini, kami sama-sama belajar untuk berubah menjadi lebih baik. Apa pun alasannya, pelanggaran terhadap hal ini tentu tidak dibenarkan. Mari kami dukung PSS bersama-sama untuk bisa menang di laga kandang selanjutnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta pemerintah pusat menambah TKD agar program pembangunan yang tertunda bisa berjalan, terutama pendidikan dan kesehatan.
Pasar Ngasem semarak HUT ke-81 RI dengan ikat kepala Merah Putih, permainan kemerdekaan, serta jenang dan wingko gratis.
Merti Keistimewaan DIY digelar sebulan dengan 298 kegiatan untuk memperingati 14 tahun UUK DIY dan memperkuat partisipasi masyarakat.
Bendera Merah Putih utuh sepanjang 481 meter dikirab dari Tugu Pal Putih menuju Titik Nol Kilometer Jogja dalam HUT ke-81 RI.
Iran dan Oman menyepakati peta rute pelayaran Selat Hormuz setelah perundingan teknis selama tiga bulan, tetapi jalur belum sepenuhnya normal.
Pemerintah menyiapkan dokter terbang dan mobile dentist untuk memperluas layanan kesehatan, termasuk menjangkau daerah terpencil.