Kawasan Industri Piyungan Mangkrak, DPRD Soroti Calon Pengelola
DPRD Bantul meminta calon pengelola Kawasan Industri Piyungan memiliki rekam jejak jelas dan perjanjian kerja sama yang tegas agar tak kembali mangkrak.
Penyerang PSIM Jogja Aleksandar Rakic berusaha melewati pemain FC Bekasi City di Stadion Mandala Krida, Senin (11/9/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Kedua pemain asing PSIM, Jogja Aleksandar Rakic dan Andreas Esswein belum menunjukkan kontribusi yang maksimal bagi timnya dalam dua pertandingan awal di Liga 2 musim ini. Hal ini membuka peluang bagi dilakukannya rotasi oleh Pelatih Laskar Mataram, Kas Hartadi terhadap keduanya.
Hasil minor di dua laga kandang itu tak pelak memang membuat PSIM kini justru berada di papan bawah klasemen Grup B Liga 2. Dari dua laga kandang yang dimainkan oleh Laskar Mataram mereka hanya mengantongi satu poin dan sekarang berada di posisi kelima klasemen sementara.
Pertandingan perdana kalah 2-3 dari FC Bekasi City dan laga kedua berakhir imbang 1-1 kontra PSKC Cihami. Laga selanjutnya mereka akan menjadi tim tamu melawan Perserang Serang.
Pelatih PSIM Jogja, Kas Hartadi mengaku kecewa dengan penampilan pemain asingnya yang sampai pekan kedua Liga 2 2023 masih belum menunjukkan performa yang maksimal. Alih-alih membantu tim meraih poin sempurna di dua laga kandang, dua pemain asing tersebut malah dinilai kalah pamor dengan pemain lokal.
Terutama Aleksandar Rakic yang didatangkan dengan harapan tinggi oleh publik Jogja. Mantan top skor Liga 1 tersebut sempat dielu-elukan kedatangannya ke PSIM Jogja. Ia didatangkan tentu dengan gambaran sebagai seorang striker yang lapar dan haus gol di setiap laga, tetapi dua penampilannya justru masih jauh dari harapan. "Yang pasti saya lihat Rakic juga belum 100 persen ya penampilannya, jadi mungkin kita akan rotasi dengan pemain lokal ke depannya," kata Kas Hartadi, Senin (18/9/2023).
BACA JUGA: Gagal Amankan 3 Poin Kandang, Lini Depan PSIM Jadi Sorotan
Pernyataan juru taktik asal Solo itu tampaknya tidak main-main. Dari dua laga yang dijalani Laskar Mataram penampilan sejumlah pemain lokal justru cukup meyakinkan. Tiga gol yang tercipta semuanya dijebloskan oleh pemain lokal yakni dua oleh Bryan Cesar dan sebiji lainnya dari Ari Maring.
Sementara Andreas Esswein yang dibeli dengan tujuan membuat solid lini tengah PSIM Jogja juga tak jauh berbeda. Di laga debutnya pemain asal Filipina itu harus ditarik keluar pada menit ke 63 digantikan oleh Bryan Cesar. Di laga kedua melawan PSKC Cimahi dirinya sempat masuk ke dalam line up 11 pertama, tetapi 15 menit jelang pertandingan dimulai ia diganti. "Soal Esswein dia memang belum bisa main di laga kemarin ada hamstring dan langsung kami ganti," ujar Kas.
Mantan pelatih Dewa United itu mengaku akan mengevaluasi semua sektor jelang laga away menghadapi Perserang Serang akhir pekan depan. "Di laga mendatang kita evaluasi lagi baik dari lini belakang dan semuanya. Terutama di penyelesaian akhir ya. Kita selalu menyerang dan finishing selalu masih kurang. Mudah-mudahan dua laga away nanti semoga bisa kita dapat poin," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta calon pengelola Kawasan Industri Piyungan memiliki rekam jejak jelas dan perjanjian kerja sama yang tegas agar tak kembali mangkrak.
Joy Ryan baru memiliki paspor di usia 91 tahun. Kini di usia 96 tahun, ia menjelajahi dunia bersama cucunya dan mengejar target tujuh benua.
Timnas U-20 Indonesia menghadapi Malaysia pada laga pembuka Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Simak jadwal, skuad Garuda Muda, dan calon lawannya.
Petugas Sensus Ekonomi 2026 terus menyisir warga yang belum terdata menjelang batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026.
Biaya ganti baterai mobil listrik di Indonesia bervariasi dari Rp80 juta hingga Rp540 juta. Simak estimasi biaya Wuling, Hyundai, Jaecoo, Toyota, dan BYD.
Studi Exoticca menempatkan Malaysia sebagai negara dengan jalur trekking terbaik di Asia Tenggara. Simak 10 jalur hiking terbaik beserta skornya.