DIY Masih Relatif Aman dari Kekeringan, BNPB Siapkan Antisipasi
BNPB menyebut kondisi kekeringan DIY masih relatif aman. Pemantauan krisis air dan hotspot terus dilakukan untuk mengantisipasi bencana.
Kiper muda PSIM, Athaullah Daib saat diwawancara usai sesi latihan tim di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Selasa (11/8/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— Perjalanan dari Playen, Gunungkidul, menuju Kota Jogja dengan sepeda motor menjadi rutinitas Athaullah Daib untuk mengejar mimpinya bersama PSIM Jogja. Kiper berusia 16 tahun itu harus membagi waktu antara sekolah di SMA Negeri 2 Playen dan latihan bersama tim senior Laskar Mataram.
Setiap pagi, Daib berangkat sekolah seperti siswa pada umumnya. Namun, ketika sesi latihan PSIM digelar pada sore hari, ia meminta izin pada siang hari untuk meninggalkan sekolah dan langsung mengendarai sepeda motor menuju Jogja.
"Kalau latihannya sore itu, nanti saya berangkat sekolah dulu. Habis itu nanti saya izin di siang hari terus habis itu langsung berangkat latihan," kata Daib di sela-sela sesi latihan di Stadion Mandala Krida, belum lama ini.
Rutinitas tersebut menjadi bagian dari perjuangan Daib setelah PSIM memberikan kesempatan kepadanya untuk naik level. Penjaga gawang kelahiran 9 April 2010 itu dipromosikan dari skuad Elite Pro Academy (EPA) U-16 musim 2025/26 ke tim senior.
Dari EPA U-16 ke Tim Senior PSIM
PSIM resmi mengorbitkan Daib ke tim senior dan memberinya kontrak selama satu musim untuk bergabung serta berlatih bersama skuad senior pada musim depan.
Bagi Daib, kesempatan tersebut menjadi jawaban atas mimpi yang sebelumnya hanya ia bayangkan. Ia mengaku sejak awal memiliki keinginan untuk merasakan persaingan di level senior.
"Dulunya cuma mimpi, kapan ya saya bisa main di senior. Terus alhamdulillahnya sekarang bisa jadi kenyataan," ujarnya.
Berada di tengah pemain-pemain yang lebih senior juga tidak membuat Daib merasa terbebani. Justru, ia melihat kesempatan tersebut sebagai ruang untuk menambah pengalaman dan belajar dari para pemain yang sudah lebih matang.
"Ya, sangat senang. Sangat senang sekali. Banyak belajar juga dari senior-senior," kata dia.
Perjalanan menuju skuad senior pun tidak berlangsung secara instan. Daib sebelumnya mengikuti proses seleksi EPA, kemudian memperkuat EPA U-16 sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan untuk dipromosikan ke tim senior PSIM.
Jean-Paul Van Gastel Melihat Potensi Daib
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menjadi salah satu sosok yang melihat potensi besar dalam diri penjaga gawang muda tersebut.
Sebelum Van Gastel memantau perkembangannya secara langsung, Daib terlebih dahulu mendapatkan latihan khusus dari pelatih kiper PSIM, Mario Capece. Proses tersebut menjadi bagian dari pengembangan kemampuan Daib sebelum masuk ke lingkungan tim senior.
"Saya sangat senang bekerja dengan talenta-talenta muda. Kami memutuskan untuk mempertahankannya dan mencoba mengembangkan potensinya karena saya melihat anak ini memiliki potensi yang sangat besar," ujar Van Gastel.
Promosi ke tim senior juga bukan pengalaman pertama Daib berada dalam lingkungan sepak bola dengan cakupan lebih luas. Pada 2023, ketika masih berusia 13 tahun, ia mengikuti seleksi Tim Barati yang digelar di Bali.
Dari proses seleksi tersebut, Daib terpilih untuk berangkat ke Swedia. Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum akhirnya mendapat kesempatan bersama PSIM.
Masih Bisa Perkuat EPA dan Bidik Timnas
Kini Daib tercatat sebagai pemain yang didaftarkan di tim senior PSIM. Meski demikian, ia masih memiliki kesempatan untuk memperkuat EPA.
Kesempatan tersebut ingin dimanfaatkan Daib untuk terus berkembang. Selain mempertahankan posisinya di PSIM, ia juga memiliki target yang lebih tinggi, yakni suatu hari dapat memperkuat Timnas Indonesia.
Mimpi Daib tidak berhenti di level nasional. Ia juga ingin merasakan pengalaman bermain di luar negeri dan menyebut Inggris sebagai negara yang ingin ditujunya suatu hari nanti.
Untuk sekarang, kiper muda tersebut memilih menikmati setiap proses yang dijalaninya bersama PSIM. Perjalanan dari Playen ke Kota Jogja dengan sepeda motor, sekolah yang harus dijalani, hingga latihan bersama pemain senior menjadi bagian dari proses tersebut.
Sebagai putra asli Gunungkidul, kesempatan memperkuat tim senior PSIM memiliki arti tersendiri bagi Daib. Jarak dari rumah menuju tempat latihan tidak menjadi penghalang ketika kesempatan untuk mengejar mimpi di lapangan hijau sudah berada di depan mata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB menyebut kondisi kekeringan DIY masih relatif aman. Pemantauan krisis air dan hotspot terus dilakukan untuk mengantisipasi bencana.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi Harian Jogja.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam mengurus
13 Agustus 2026 diperingati sebagai HUT Mahkamah Konstitusi RI ke-23 dan Hari Pengguna Tangan Kiri Internasional. Simak sejarah dan makna kedua peringatan ini
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.