Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Kas Hartadi ditunjuk sebagai Pelatih PSIM Jogja dan bertekad membawa tim itu promosi ke Liga 1 musim depan./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Kemenangan perdana PSIM Jogja di Liga 2 2023 musim ini menjadi spesial sekaligus mengharukan bagi juru taktik Laskar Mataram, Kas Hartadi. Menjelang laga melawan Perserang Serang Minggu (24/9/2023) ia mendapat kabar bahwa kakak kandungnya meninggal dunia pada Rabu (20/9/2023).
Pertandingan yang sudah di depan mata pun harus dihadapi juru taktik asal Solo itu dengan profesional.
Dia harus memilih antara pekerjaan dengan keluarga. Kas pun memilih untuk mendampingi anak asuhnya berlaga melawan Laskar Singandaru dan tidak menghadiri pemakaman sang kakak di Surakarta.
Anak asuhnya pun bermain cukup bagus di laga tandang perdana mereka. Hariono dan kolega berhasil menekuk tim tuan rumah Perserang Serang dengan skor 0-1 lewat gol tunggal Ari Maring di babak pertama. Hasil ini sekaligus memberikan kemenangan perdana bagi Laskar Mataram di musim ini. "Kemenangan perdana ini saya persembahkan kepada para suporter PSIM Jogja dan masyarakat Jogja serta yang paling penting bagi kakak saya," ujar Kas, Minggu (24/9/2023).
"Saya tidak bisa hadir di pemakanan karena bersamaan dengan pertandingan. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pemain PSIM yang sore ini bermain dengan kerja keras dan mati-matian," sambungnya.
BACA JUGA: Laga Tandang Perdana lawan Perserang, PSIM Jogja Terkendala Cuaca
Kas menyebutkan, laga ini berjalan cukup intensif lantaran kedua tim bermain ngotot dan saling jual serangan. "Melihat pertandingan tadi memang sangat berat, sama-sama saling serang dan kita beruntung bisa mencuri poin penuh," jelasnya.
Bek PSIM Jogja, Joko Supriyanto yang tampil cukup spartan di pertandingan ini meski masuk sebagai pemain pengganti juga mengakui bahwa kemenangan perdana ini akan membuat mental Laskar Mataram positif dalam melanjutkan laga selanjutnya. Dua laga tandang lainnya menanti mereka pada 30 September dan 14 Oktober mendatang.
"Kemenangan ini bagi kami sangat penting, terutama kepada Coach Kas yang kehilangan kakak kandungnya dan rela tidak melihat pemakaman untuk mendampingi kita di pertandingan ini. Kekompakan kita adalah kunci dan saya yakin target kita akan tercapai ke depan di dua pertandingan tandang selanjutnya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.