DPRD Bantul Minta Pemkab Pastikan Dana Pengangkatan Guru P3K Penuh Waktu
DPRD Bantul mendukung pengangkatan guru P3K penuh waktu pada 2027, tetapi meminta kepastian pendanaan agar APBD tetap sehat.
Kas Hartadi ditunjuk sebagai Pelatih PSIM Jogja dan bertekad membawa tim itu promosi ke Liga 1 musim depan./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Kemenangan perdana PSIM Jogja di Liga 2 2023 musim ini menjadi spesial sekaligus mengharukan bagi juru taktik Laskar Mataram, Kas Hartadi. Menjelang laga melawan Perserang Serang Minggu (24/9/2023) ia mendapat kabar bahwa kakak kandungnya meninggal dunia pada Rabu (20/9/2023).
Pertandingan yang sudah di depan mata pun harus dihadapi juru taktik asal Solo itu dengan profesional.
Dia harus memilih antara pekerjaan dengan keluarga. Kas pun memilih untuk mendampingi anak asuhnya berlaga melawan Laskar Singandaru dan tidak menghadiri pemakaman sang kakak di Surakarta.
Anak asuhnya pun bermain cukup bagus di laga tandang perdana mereka. Hariono dan kolega berhasil menekuk tim tuan rumah Perserang Serang dengan skor 0-1 lewat gol tunggal Ari Maring di babak pertama. Hasil ini sekaligus memberikan kemenangan perdana bagi Laskar Mataram di musim ini. "Kemenangan perdana ini saya persembahkan kepada para suporter PSIM Jogja dan masyarakat Jogja serta yang paling penting bagi kakak saya," ujar Kas, Minggu (24/9/2023).
"Saya tidak bisa hadir di pemakanan karena bersamaan dengan pertandingan. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pemain PSIM yang sore ini bermain dengan kerja keras dan mati-matian," sambungnya.
BACA JUGA: Laga Tandang Perdana lawan Perserang, PSIM Jogja Terkendala Cuaca
Kas menyebutkan, laga ini berjalan cukup intensif lantaran kedua tim bermain ngotot dan saling jual serangan. "Melihat pertandingan tadi memang sangat berat, sama-sama saling serang dan kita beruntung bisa mencuri poin penuh," jelasnya.
Bek PSIM Jogja, Joko Supriyanto yang tampil cukup spartan di pertandingan ini meski masuk sebagai pemain pengganti juga mengakui bahwa kemenangan perdana ini akan membuat mental Laskar Mataram positif dalam melanjutkan laga selanjutnya. Dua laga tandang lainnya menanti mereka pada 30 September dan 14 Oktober mendatang.
"Kemenangan ini bagi kami sangat penting, terutama kepada Coach Kas yang kehilangan kakak kandungnya dan rela tidak melihat pemakaman untuk mendampingi kita di pertandingan ini. Kekompakan kita adalah kunci dan saya yakin target kita akan tercapai ke depan di dua pertandingan tandang selanjutnya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendukung pengangkatan guru P3K penuh waktu pada 2027, tetapi meminta kepastian pendanaan agar APBD tetap sehat.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong Festival Babad Siti Kemantren tidak berhenti sebagai kegiatan pelestarian sejarah, tetapi berkembang menjadi penggerak
Vonis Ibrahim Arief dalam kasus korupsi Chromebook diperberat menjadi 5 tahun penjara. Ia juga dijatuhi uang pengganti Rp5 miliar.