Monyet Liar Masuk Permukiman Bantul, BKSDA Siapkan Perangkap
Monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Grojokan, Bantul selama 2 pekan. Warga resah dan BKSDA akan memasang perangkap.
Pemain PSIM Jogja berupaya melewati hadangan pemain PSKC Cimahi di Stadion Mandala Krida Minggu (17/9/2023)./Instagram psimjogja_official
Harianjogja.com, JOGJA—Skuad PSIM Jogja mengaku tengah berupaya untuk beradaptasi dengan cuaca yang cukup panas saat menjalani laga tandang perdananya melawan Perserang Serang pada Minggu (24/9/2023) mendatang. Anak asuh Kas Hartadi tersebut sebelumnya telah bertolak dari Jogja menuju Serang, Banten pada Kamis (21/9/2023) lalu.
Total ada 25 pemain yang dibawa oleh juru taktik asal Solo tersebut untuk melawan Laskar Sangkuriang, minus gelandang asing mereka Andreas Esswein yang masih berkutat dengan cedera hamstring jelang laga melawan PSKC Cimahi lalu. Sementara Aleksandar Rakic tetap dibawa dan diharapkan bisa menjadi supersub di laga nanti.
Di laga tandang perdana ini, Hariono dan kolega harus tampil optimal jika ingin lolos ke babak 12 besar kompetisi Liga 2. Sesuai aturan, tiga peringkat teratas dari masing-masing grup berhak melaju. Meski masih banyak pertandingan yang harus dihadapi, putaran pertama ini Laskar Mataram memang harus memaksimalkan raihan poin.
BACA JUGA: 2 Suporter Jatuh dari Tribun saat Laga PSIM vs PSKC, Begini Kondisinya
Salah satunya di kandang Perserang Serang yang di pertandingan perdananya lalu juga tampil minor kontra Malut United. Skuad Laskar Mataram pun mesti menyesuaikan diri dengan faktor cuaca yang dinilai lebih panas dibandingkan dengan kondisi di Jogja. "Tetap harus bisa menyesuaikan. Apapun kondisinya kami tetap harus bisa menyesuaikan lapangan yang ada," kata Kas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Grojokan, Bantul selama 2 pekan. Warga resah dan BKSDA akan memasang perangkap.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.