Progres Tol Jogja-Solo Tembus 85 Persen, Ruas Sleman Segera Tersambung
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Para pemain timnas Indonesia U-17 ketika melakoni latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/10/2023). - Antara/Zaro Ezza Syachniar\r\n
Harianjogja.com,JOGJA—Tim Nasional Indonesia bakal melakoni laga perdana dalam turnamen Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Jumat (10/11/2023) malam. Tampil di Hari Pahlawan, kekuatan skuat Garuda Muda bakal dijajal salah satu tim tangguh Amerika Selatan, Ekuador.
Penggawa Tim Nasional Indonesia U-17, Figo Dennis mengaku tak sabar segara tampil di Piala Dunia U-17 2023. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu menyebut jika dia dan rekan-rekannya sudah sangat siap untuk berhadapan dengan Ekuador di partai pembuka Grup A.
Tak hanya tampil, Garuda Muda membidik babak 16 besar dalam turnamen dunia ini Berbagai persiapan terus dilakukan tim U-17 Indonesia. Teranyar, Figo Dennis dan kawan-kawan menggelar sesi latihan di Lapangan THOR, Surabaya, Rabu (8/11/2023) malam.
"Persiapan pemain sejauh ini cukup baik. Karena kami juga sudah cukup siap dan banyak sekali perkembangan yang dialami. Kami sudah cukup siap untuk melawan Ekuador," tegas Figo.
Baca Juga: Terbaru! Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17, Stadion dan Waktu Pertandingan
Bermain di rumah sendiri, duel Indonesia versus Ekuador dipastikan bakal disaksikan puluhan ribu pasang mata di stadion. Pasalnya, tiket yang disiapkan untuk pertandingan ini ludes tak bersisa diborong suporter.
Meski sedikit terbebani, Figo mengungkapkan jika dirinya bakal bermain lepas dalam permainan. Dirinya ingin menunjukan kepada Ekuador bahwa Garuda Muda lah yang memiliki Indonesia.
"Beban sih mungkin dilihat suporter, banyak orang, tapi pas pertandingan nanti harus main lepas karena bermain di kandang. Mereka tamu, kami harus tunjukkan bahwa kami yang punya Indonesia. Jadi harus tampil yang terbaik," kata Figo.
Figo optimistis, dia dan rekan-rekannya di Tim U-17 akan bisa menampilkan permainan terbaik dalam turnamen ini. Apalagi, mereka mendapatkan dukungan yang positif dalam banyak hal.
"Target kami semua yang pertama kami harus memikirkan lolos ke 16 besar, yang terpenting itu dulu. Baru kami memikirkan selanjutnya," imbuhnya.
Baca Juga: Piala Dunia U-17, Timnas Spanyol Sudah Tiba di Solo
Ekuador Grogi
Sebagai tim tamu, Ekuador dipastikan bakal mendapat tekanan besar dari suporter tuan rumah Indonesia. Apalagi mengingat habisnya puluhan ribu tiket yang disediakan penyelenggara pertandingan, tentu bakal menjadi atmosfer tersendiri bagi tim tamu.
Gelandang Ekuador, Jairo Reyes, mengaku timnya merasa sedikit grogi menatap pertandingan melawan tuan rumah Tim Indonesia U-17. "Di awal tentunya kami bakal sedikit gugup di pertandingan pertama, tetapi ini pertandingan 11 pemain melawan 11 pemain. Tentunya semua akan berjalan semakin baik setelah pertandingan pertama," tutur Reyes.
Reyes menilai Indonesia sebagai tim yang kuat. Dia juga telah mengamati permainan tim Garuda sejak lama. "Saya pikir Indonesia adalah tim yang sangat kuat. Kami melihat mereka sudah sejak lama," ujarnya.
"Sesuai dengan apa yang pelatih instruksikan kepada kami tentang mereka. Kami menganalisis permainan mereka dan mempelajari bagaimana menghadapi mereka," tambahnya.
Baca Juga: Minum Miras, 4 Pemain Timnas U-17 Polandia Dipulangkan Lebih Awal
Di sisi lain, persaingan Grup A diprediksi bakal berlangsung ketat. Selain diisi tuan rumah Indonesia U-17 dan tim besar Amerika Selatan, Ekuador, tim Panama dan Maroko juga bersaing berebut poin dalam grup ini. Tiga tim tamu di Grup A itu memiliki reputasi yang cukup mentereng di kancah internasional.
Ketiga tim tersebut, sudah pernah merasakan panasnya turnamen di Piala Dunia U-17. Berbeda dengan Tim Indonesia U-17 yang baru melakukan debutnya di turnamen ini.
Selain itu baik Ekuador, Panama maupun Maroko punya trek lolos ke fase grup. Panama dan Maroko tercatat pernah menembus babak 16 besar, sedangkan Ekuador malah sempat melangkah lebih jauh lagi sampai ke perempat final.
"Kami sadar, semua yang ada di grup A adalah lawan yang kuat, ini tentu akan sulit bagi kami. Untuk diri saya pribadi, saya akan menganalisis pertandingan yang akan kami hadapi. Saya tahu itu akan berjalan dengan baik karena kami bekerja keras untuk itu," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Komisi Yudisial memantau sidang dugaan pembunuhan mahasiswi di Pantai Nipah, NTB, untuk memastikan hakim menjalankan kode etik.
Sebanyak 9.000 onthelis dan onthelista dari berbagai penjuru Indonesia memeriahkan rangkaian International Veteran Cycle Association (IVCA) Rally
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.