Prambanan Siap Dipugar, Indonesia dan India Garap 54 Candi Perwara
Indonesia dan India memulai kerja sama pemugaran 54 candi perwara di kompleks Prambanan. Proyek konservasi ini ditargetkan memperkuat pelestarian warisan budaya
Piala Dunia U-17 Indonesia 2023./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Tim nasional Korea Selatan U-17 bakal menjalani laga sulit menghadapi Prancis U-17 dalam lanjutan babak penyisihan Grup E Piala Dunia U-17 2023 di Jakarta International Stadium (JIS), Rabu (15/11/2023). Bila kalah, mereka dipastikan tersingkir dari persaingan perebutan tiket babak 16 besar.
Tim Korea Selatan tengah dilanda situasi buruk. Korsel U-17 belum memperoleh poin sama dengan Burkina Faso U-17 yang menempati juru kunci klasemen sementara. Hanya Taegeuk Warriors saat ini menempati posisi tiga karena unggul selisih gol dibandingkan Burkina Faso.
Baca Juga: Indonesia Masih Berpeluang Lolos 16 Besar Piala Dunia U-17, Begini Skenarionya
Melakoni laga penentu, Pelatih Korea Selatan U-17, Byun Sung-hwan memperkirakan anak asuhnya bakal menjalani laga yang tidak mudah. Tidak hanya mereka yang membidik kemenangan, pasukan Ayam Jantan juga mengincar kemenangan kedua untuk melangkah ke babak 16 besar .
"Tentu ini merupakan laga penentu. Namun bukan hanya untuk kami saja, tetapi juga bagi lawan," ungkapnya.
Baca Juga: Spanyol vs Mali: Matador Jadi Tim Pertama Lolos 16 Besar Piala Dunia U-17
Bukan tanpa persiapan, pasukan Negeri Ginseng juga meramu sejumlah strategi menghadapi Prancis. Jika bisa mengikuti racikan rencana permainan, Sung-hwan menilai timnya bisa mendapatkan hasil yang baik kontra Prancis.
"Kami sudah melakukan persiapan dan saya yakin kami bisa memperlihatkan hasil yang baik di laga berikutnya jika tim bisa bermain sesuai game plan," imbuhnya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Hujan Petir Landa Bandung, Laga Piala Dunia U-17 Senegal vs Polandia Dihentikan
Kekalahan Korsel dari Amerika Serikat di laga pertama bisa dibilang di luar perkiraan. Apalagi Korsel dinilai sebagai salah satu tim unggulan bersama Prancis di Grup E. Meski Sung-hwan sendiri menilai hal itu kurang tepat.
"Biasanya saat Korsel berpartisipasi di Piala Dunia, kami menampilkan permainan bertahan untuk menang. Namun di tim ini saya menyiapkan strategi menyerang dengan gaya agresif dan progresif. Ini yang menjadikan kami disebut sebagai salah satu tim yang kuat," tandasnya.
Dirinya juga memastikan kekalahan di laga pertama tidak bisa menjadi patokan perjalanan Korsel di turnamen ini. Dia menepis kekalahan laga perdana sebagai sebuah kegagalan.
"Namun saya juga tidak merasa kekalahan di pertandingan pertama sebagai sebuah kegagalan. Karena ini Piala Dunia dan menurut saya, itu adalah kesempatan atau peluang yang bagus untuk para pemain bisa mendapatkan pengalaman bermain di tingkat dunia. Bahkan lebih berkembang lagi," tegasnya.
Bila di laga kedua Grup E nanti Korsel kalah, maka peluang mereka untuk bisa melaju ke babak berikutnya kemungkinan tertutup. Laga terakhir melawan Burkina Faso, 18 November 2023 mendatang di Bandung tidak lagi menentukan hasil dari Korsel. Bila Burkina Faso bisa mengalahkan AS, baru lah kesempatan lolos masih terbuka bagi Korsel, meski kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia dan India memulai kerja sama pemugaran 54 candi perwara di kompleks Prambanan. Proyek konservasi ini ditargetkan memperkuat pelestarian warisan budaya
Penjualan mobil wholesales semester I 2026 naik 15,8% menjadi 436.564 unit. Gaikindo optimistis GIIAS 2026 mendorong pertumbuhan industri otomotif.
Pemkab Batang memprioritaskan pembangunan air bersih, sanitasi, dan permukiman untuk menekan kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
BGN memastikan kualitas gizi Program MBG usai libur sekolah dengan menu berprotein hewani dan pemanfaatan bahan pangan lokal.
Lelang pembangunan gedung baru RSUD Sleman dipastikan mundur karena reviu DED belum selesai. Skema pinjaman juga bergeser ke 2027.
Super El Nino diperkirakan memicu lonjakan harga pangan global hingga 2028. Pemerintah Indonesia menyiapkan cadangan pangan untuk antisipas