Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Piala Dunia U-17 Indonesia 2023./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Tim nasional Korea Selatan U-17 bakal menjalani laga sulit menghadapi Prancis U-17 dalam lanjutan babak penyisihan Grup E Piala Dunia U-17 2023 di Jakarta International Stadium (JIS), Rabu (15/11/2023). Bila kalah, mereka dipastikan tersingkir dari persaingan perebutan tiket babak 16 besar.
Tim Korea Selatan tengah dilanda situasi buruk. Korsel U-17 belum memperoleh poin sama dengan Burkina Faso U-17 yang menempati juru kunci klasemen sementara. Hanya Taegeuk Warriors saat ini menempati posisi tiga karena unggul selisih gol dibandingkan Burkina Faso.
Baca Juga: Indonesia Masih Berpeluang Lolos 16 Besar Piala Dunia U-17, Begini Skenarionya
Melakoni laga penentu, Pelatih Korea Selatan U-17, Byun Sung-hwan memperkirakan anak asuhnya bakal menjalani laga yang tidak mudah. Tidak hanya mereka yang membidik kemenangan, pasukan Ayam Jantan juga mengincar kemenangan kedua untuk melangkah ke babak 16 besar .
"Tentu ini merupakan laga penentu. Namun bukan hanya untuk kami saja, tetapi juga bagi lawan," ungkapnya.
Baca Juga: Spanyol vs Mali: Matador Jadi Tim Pertama Lolos 16 Besar Piala Dunia U-17
Bukan tanpa persiapan, pasukan Negeri Ginseng juga meramu sejumlah strategi menghadapi Prancis. Jika bisa mengikuti racikan rencana permainan, Sung-hwan menilai timnya bisa mendapatkan hasil yang baik kontra Prancis.
"Kami sudah melakukan persiapan dan saya yakin kami bisa memperlihatkan hasil yang baik di laga berikutnya jika tim bisa bermain sesuai game plan," imbuhnya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Hujan Petir Landa Bandung, Laga Piala Dunia U-17 Senegal vs Polandia Dihentikan
Kekalahan Korsel dari Amerika Serikat di laga pertama bisa dibilang di luar perkiraan. Apalagi Korsel dinilai sebagai salah satu tim unggulan bersama Prancis di Grup E. Meski Sung-hwan sendiri menilai hal itu kurang tepat.
"Biasanya saat Korsel berpartisipasi di Piala Dunia, kami menampilkan permainan bertahan untuk menang. Namun di tim ini saya menyiapkan strategi menyerang dengan gaya agresif dan progresif. Ini yang menjadikan kami disebut sebagai salah satu tim yang kuat," tandasnya.
Dirinya juga memastikan kekalahan di laga pertama tidak bisa menjadi patokan perjalanan Korsel di turnamen ini. Dia menepis kekalahan laga perdana sebagai sebuah kegagalan.
"Namun saya juga tidak merasa kekalahan di pertandingan pertama sebagai sebuah kegagalan. Karena ini Piala Dunia dan menurut saya, itu adalah kesempatan atau peluang yang bagus untuk para pemain bisa mendapatkan pengalaman bermain di tingkat dunia. Bahkan lebih berkembang lagi," tegasnya.
Bila di laga kedua Grup E nanti Korsel kalah, maka peluang mereka untuk bisa melaju ke babak berikutnya kemungkinan tertutup. Laga terakhir melawan Burkina Faso, 18 November 2023 mendatang di Bandung tidak lagi menentukan hasil dari Korsel. Bila Burkina Faso bisa mengalahkan AS, baru lah kesempatan lolos masih terbuka bagi Korsel, meski kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.