Ekspor Bantul Capai Rp532 Miliar di Awal 2026
Ekspor Bantul periode Januari-April 2026 capai Rp532 miliar. Simak daftar komoditas unggulan dan upaya Pemkab Bantul menjaga target ekspor di sini.
Logo PSIM Jogja - ist Twitter PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja membeberkan alasan perekrutan dua pemain anyar mereka Alfriyanto Nico Saputro dan Muhamad Fadilla Akbar yang resmi berseragam Laskar Mataram. Keduanya didatangkan pada saat jadwal bursa transfer paruh musim hampir ditutup pada 28 November kemarin.
Nico yang berposisi sebagai penyerang sayap dipinjam dari Persija Jakarta untuk memperkuat lini serang tim. Pemain timnas U20 itu menempa kemampuan sepak bolanya dari Persis Solo U15. Kemudian berlanjut ke pendidikan di SKO Ragunan hingga akhirnya direkrut oleh Persija Jakarta untuk klub juniornya. Setelah memperkuat Persija Junior, Nico dipanggil ke tim utama Macan Kemayoran.
Pemain rekrutan lain, Fadilla Akbar juga tak kalah menarik. Gelandang ini belajar mengolah si kulit bundar di kampung halamannya, Medan. Dia bermain untuk Medan Jaya, Medan Utama, Medan Sakti, serta PPLP Sumatera Utara. PSMS Medan menjadi klub profesional pertamanya.
Selain bermain untuk PSMS Medan, Fadilla juga pernah berseragam Medan Utama dan PSDS Deli Serdang. Keluar dari kampung halamannya, Fadilla meneken kontrak dengan Rans Cilegon. Setelah membawa klubnya promosi, Fadilla dipinjamkan ke Madura United. Di musim berikutnya, ia kembali dari masa pinjamannya.
Kedua pemain ini juga tergabung dalam Tim Nasional Indonesia kelompok umur. Nico termasuk ke Timnas U20, sedangkan Fadilla masuk ke Timnas U22. Kini PSIM Jogja merupakan tim yang menjadi tujuan berlabuh kedua pemain ini. Nico datang sebagai pinjaman dan Fadilla datang sebagai pemain kontrak.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna mengatakan, perekrutan kedua pemain itu diharapkan memperdalam komposisi pemain Laskar Mataram yang selangkah lagi lolos ke babak 12 besar. “Nico didatangkan karena dia bisa bermain di banyak posisi. Dia bisa bermain di belakang striker atau di sayap. Jadi dia pemain multi posisi yang kita butuhkan,” ungkap Razzi, Kamis (30/11/2023).
“Dia juga tipikal pemain kreatif. Karena evaluasi kita di putaran pertama, kita kurang kreativitas dari lini tengah. Menurut saya dia bisa menambah kreativitas serangan PSIM. Nico juga masih masuk ke U21, jadi sangat membantu kita dengan mengisi tambahan slot pemain U21,” tambahnya.
BACA JUGA: Dituding Terkiblat Match Fixing, Ini Klasifikasi Dirut PSIM Jogja
Sementara untuk Fadilla, Razzi mengungkapkan bahwa kedatangannya ditujukan untuk memperdalam skuad. “Untuk Fadilla ini pemain yang petarung yang dibutuhkan di Liga 2 juga. Sebagai pendalaman skuad di posisi gelandang. Saya yakin Fadilla ini bisa membantu PSIM lebih baik lagi,” tuturnya.
Razzi mengakui bahwa kedatangan kedua pemain ini memang mepet dengan batas akhir bursa transfer tutup. Meski begitu, sang manajer berharap mereka bisa cepat beradaptasi dengan tim. “Semoga kedua pemain ini cepat nyetel, cepat beradaptasi dengan tim dan dengan strategi pelatih. Semoga selanjutnya kita lebih baik di laga-laga selanjutnya,” pungkas Razzi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor Bantul periode Januari-April 2026 capai Rp532 miliar. Simak daftar komoditas unggulan dan upaya Pemkab Bantul menjaga target ekspor di sini.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.