Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Kondisi bus yang mengangkut supoter PSS Sleman setelah dirusak oknum supoter PSIS, Minggu (3/12/2023). Ria Aldila Putri/Solopos.com
Harianjogja.com, SEMARANG—Kericuhan supporter yang terjadi seusai pertandingan PSS Sleman melawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang Jawa Tengah, Minggu (3/12/23) berbuntut perusakan.
Lima unit bus yang membawa suporter PSS Sleman dirusak oleh oknum suporter PSIS Semarang seusai laga kesebelasan tersebut. Perusakan bus ini terjadi setelah kericuhan terjadi antara suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman pada Minggu sore.
Selain merusak bus, suporter PSIS Semarang juga menjarah barang berharga dan uang milik suporter PSS Sleman.
Bus-bus itu teraparkir di Jalan Sisimangaraja, Minggu malam. Di sekitar lokasi tampak pecahan kaca dan batu berserakan.
“Saya mau hidupkan mesin, jam sebelum Maghrib ada informasi geger di lapangan. Saya mau ngidupkan mesin aki terus diberi kabar, pak lari aja, eh langsung dilempari batu, saya dikalungi celurit oleh satu orang pake seragam suporter biru putih,” ujar salah satu sopir bus kepada wartawan, Minggu.
Tak hanya itu, harta bendanya juga ikut dijarah oleh oknum suporter tidak bertanggung jawab. Ia yang takut kemudian melarikan diri ke masjid.
“Ada yang masuk di dalam bus ngambili barang saya, yang dijarah dompet, handphone saya, uang saya Rp1 juta. Saya lari ke sana dikejar masuk ke masjid,” jelasnya.
Sedangkan Panit Turjawalu Samapta Polrestabes Semarang AKP I Nengah, menambahkan aparat kepolisian saat itu sedang melakukan pengawalan terhadap suporter PSS Sleman yang menaiki roda dua.
“Kemudian, 12 bus sudah jalan [duluan] menuju Sleman. Sisanya ada beberapa yang masih di Stadion Jatidiri kemudian kami lakukan pengawalan [suporter PSS] Sleman,” kata dia, Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
OJK mengkaji dampak penutupan 833 dapur SPPG terhadap kredit perbankan, termasuk jumlah SPPG yang mendapat pembiayaan bank.