13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Kondisi bus yang mengangkut supoter PSS Sleman setelah dirusak oknum supoter PSIS, Minggu (3/12/2023). Ria Aldila Putri/Solopos.com
Harianjogja.com, SEMARANG—Kericuhan supporter yang terjadi seusai pertandingan PSS Sleman melawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang Jawa Tengah, Minggu (3/12/23) berbuntut perusakan.
Lima unit bus yang membawa suporter PSS Sleman dirusak oleh oknum suporter PSIS Semarang seusai laga kesebelasan tersebut. Perusakan bus ini terjadi setelah kericuhan terjadi antara suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman pada Minggu sore.
Selain merusak bus, suporter PSIS Semarang juga menjarah barang berharga dan uang milik suporter PSS Sleman.
Bus-bus itu teraparkir di Jalan Sisimangaraja, Minggu malam. Di sekitar lokasi tampak pecahan kaca dan batu berserakan.
“Saya mau hidupkan mesin, jam sebelum Maghrib ada informasi geger di lapangan. Saya mau ngidupkan mesin aki terus diberi kabar, pak lari aja, eh langsung dilempari batu, saya dikalungi celurit oleh satu orang pake seragam suporter biru putih,” ujar salah satu sopir bus kepada wartawan, Minggu.
Tak hanya itu, harta bendanya juga ikut dijarah oleh oknum suporter tidak bertanggung jawab. Ia yang takut kemudian melarikan diri ke masjid.
“Ada yang masuk di dalam bus ngambili barang saya, yang dijarah dompet, handphone saya, uang saya Rp1 juta. Saya lari ke sana dikejar masuk ke masjid,” jelasnya.
Sedangkan Panit Turjawalu Samapta Polrestabes Semarang AKP I Nengah, menambahkan aparat kepolisian saat itu sedang melakukan pengawalan terhadap suporter PSS Sleman yang menaiki roda dua.
“Kemudian, 12 bus sudah jalan [duluan] menuju Sleman. Sisanya ada beberapa yang masih di Stadion Jatidiri kemudian kami lakukan pengawalan [suporter PSS] Sleman,” kata dia, Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.