Industri hingga UMKM Siap Sambut Wajib Halal Oktober 2026
Industri hingga UMKM dinilai siap menyambut kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 untuk memperkuat ekosistem halal Indonesia.
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (kiri) berfoto dengan kompatriotnya Jonatan Christie (kanan) seusai bertanding dalam final All England Open 2024 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, MInggu (17/3/2024). Anthony Sinisuka Ginting meraih juara kedua usai kalah dari Jonatan Christie dengan skor 15-21, 14-21 Antara/HO-PBSI/foc.\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Jelang Olimpiade 2024 di Paris, atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia selain menjalani rangkaian latihan dan sesi khusus yang lebih intensif, juga menjaga kondisi fisik dan mental.
“Olimpiade memang merupakan target paling penting tahun ini. Tapi, menuju ke sana, dan setelahnya juga penting karena masih ada turnamen-turnamen lainnya, seperti Thomas Cup,” kata Pelatih tunggal putra Indonesia Irwansyah, saat ditemui di Pelatnas PP PBSI, Rabu (27/3).
Lebih lanjut, Irwansyah mengatakan para atletnya seperti juara dan finalis All England Open 2024 Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, yang memang ditargetkan untuk masuk dalam kualifikasi Olimpiade mendatang, tengah melakukan latihan fisik yang turut dibarengi dengan penggunaan sport science, agar data yang didapatkan akurat, serta porsi latihannya juga berimbang.
“(Latihan) Lebih intens menuju Olimpiade, semua udah diukur dari speed, kekuatan otot, melatih strategi dan teknik, semuanya dibantu juga dari (penggunaan) sport science,” kata Irwansyah.
“Karena, kalau di lapangan main bagus tapi daya tahan otot fisik tidak bagus, maka tidak bisa menunjang penampilan. Apalagi jika dilihat dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, semuanya beradu fisik, jadi Jonatan dan Ginting harus kuat di sana,” ujarnya menambahkan.
Baca Juga
Tim Bulu Tangkis Indonesia Hancur-hancuran di Asian Games 2023, Ini Reaksi PBSI
Marcus Gideons Dikabarkan Pensiun dari Bulu Tangkis, PBSI Bilang Begini
Tim Bulu Tangkis Indonesia Gagal di Asian Games, Saatnya Bebenah
Dalam waktu dekat, tim elite Indonesia akan bertolak menuju Ningbo, China, untuk bertanding di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2024, pada 9-14 April. Kejuaraan ini merupakan turnamen perebutan poin kualifikasi terakhir menuju Olimpiade Paris.
Selain itu, pada bulan yang sama, skuad putra dan putri juga bakal berkompetisi di kejuaraan beregu Piala Thomas dan Piala Uber, yang juga digelar di Negeri Tirai Bambu.
“Tahun ini ada Olimpiade dan dua kejuaraan penting. Tapi yang penting lagi, mereka tidak kendur (penampilannya), yang penting, ketika Olimpiade, mencapai peak-nya,” kata Irwansyah.
Hal krusial lainnya, lanjut Irwansyah, adalah untuk terus menyalakan kobar motivasi kepada para atletnya agar bisa melangkah jauh di setiap turnamen yang mereka ikuti.
“Motivasinya juga lebih ke latihan, karena latihannya pagi, siang, sore, pasti ada rasa jenuh. Motivasi diberikan supaya tetap bagus terus latihan, terus semangat. Ini juga dibantu oleh semua pihak seperti psikolog, sport science, teknis,” ujar Irwansyah.
“Situasi dan latihan didukung sama tim dan pemain ini, saya yakin dengan disiplin kerja keras itu. Saya yakin (mereka) bisa menjaga diri, dan saya percaya mereka sudah profesional banget,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Industri hingga UMKM dinilai siap menyambut kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 untuk memperkuat ekosistem halal Indonesia.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.