JBBA 2026, Saatnya Dunia Usaha Berandil Cetak Talenta Masa Depan
JBBA 2026 menyoroti peran dunia usaha dalam membangun SDM adaptif di era AI dan transformasi digital di Jogja.
Suasana kericuhan di Stadion Hard Rock./Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA—Laga Final Copa America 2024 antara Argentina vs Kolombia yang digelar di Stadion Hard Rock, Miami, Senin (15/7/2024) pagi tadi ternoda oleh ulah ricuh suporter. Kericuhan itu pula yang ternyata menjadi biang molornya jam kick off laga tersebut.
Memang, sesuai jadwal, laga yang akhirnya dimenangkan oleh Argentina dengan skor 1-0 setelah melalui babak tambahan tersebut seharusnya sudah kick off pukul 07.00 WIB. Akan tetapi wasit baru memulai pertandingan, sejam setelahnya.
Dilansir dari Los Angeles Times, banya suporter yang harus dirawat akibat karena kericuhan tersebut.
"Beberapa orang terlihat menerima perawatan medis dan meminta air di tengah teriknya cuaca Florida Selatan. Para petugas berhasil mendorong kerumunan orang ke balik gerbang hitam dan mengunci pintu masuk sehingga tidak ada yang bisa masuk ke dalam, meskipun banyak penggemar yang memiliki tiket telah berhasil mencapai tempat duduk mereka sebelumnya," tulis pemberitaan Los Angeles Times.
BACA JUGA: Hasil Argentina vs Kolombia, Skor 1-0, Messi Menangis Tim Tango Pertahankan Gelar Juara Copa America
Dari beberapa video yang berseliweran di media sosial, terlihat petugas keamanan kewalahan membendung ricuhnya suporter.
Bahkan dalam sebuah video terlihat suporter rela memanjat dan masuk lewat ventilasi stadion.
BREAKING: At the Copa America Final in Miami, Florida, chaos and clashes erupted at Hard Rock Stadium!
— Larry (@LarryDJonesJr) July 15, 2024
Thousands of passionate Colombian fans managed to breach gates and bypass security to support their team against Argentina.
It was a wild scene as people were seen… pic.twitter.com/AkJ1WjJsc4
Tak pelak, insiden ini menjadi catatan negatif terhadap kualitas keamanan dan kesiapan Amerika Serikat dalam menggelar turnamen besar sekaliber Copa America 2024.
Terlebih Amerika Serikat bersama Kanada dan Meksiko dijadwalkan menjadi tuan rumah bersama di gelaran Piala Dunia 2026. "Mereka [Amerika Serikat] tidak dapat menyelenggarakan Piala Dunia! Itu tidak mungkin. Orang-orang terjebak di gerbang selama berjam-jam, tidak bisa bernapas. Ada seorang warga senior, lihat dia [menunjuk ke arah putranya yang masih kecil], tidak memiliki air. Tidak ada air, tidak ada apa-apa," tutur Claudio, suporter yang hadir di Stadion Hard Rock.
Diketahui, laga final tersebut dimenangkan oleh Argentina lewat gol tunggal yang dicetak oleh Lautaro Martinez di babak tambahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AFC Nations League disiapkan AFC. Simak proyeksi divisi Timnas Indonesia berdasarkan ranking FIFA dan status format kompetisi.
Helm yang terkena hujan jangan langsung disimpan. Simak 3 cara merawat helm agar tidak bau apek, tetap nyaman, dan awet digunakan.
Konser Ed Sheeran di Gillette Stadium pada 25 dan 26 September 2026 dibatalkan karena cuaca buruk. Tiket Ticketmaster akan direfund otomatis.
Profil Rahmat Erwin Abdullah, lifter Indonesia yang meraih emas Asian Games 2026 sekaligus memecahkan dua rekor dunia dengan total 366 kg.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 nomor 75 kg putra dengan total 366 kg. Ia juga mencatatkan rekor dunia lewat angkatan clean and jerk.