El Nino Mengintai BPBD Bantul Siaga Distribusi Air Bersih
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
Skuad PSIM Jogja bersama jajaran pelatih dan staf tim foto bersama setelah melaksanakan ziarah di Makam Raja-Raja Imogiri dan Kotagede, Kamis (5/9/2024) malam./Istimewa-PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Rombongan PSIM Jogja menggelar ziarah ke makam raja-raja di Kotagede dan Imogiri, Kamis (5/9/2024) malam WIB. Tradisi ini merupakan aktivitas rutin yang dilakukan setiap tahun jelang bergulirnya kompetisi.
Tujuannya, selain untuk mempererat ikatan tim dan refleksi diri, ziarah ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk lebih mengenal budaya dan sejarah Jogja.
Laskar Mataram tiba di makam raja-raja di Kotagede sesaat sebelum adzan Maghrib berkumandang. Pemain dan rombongan menunaikan salat terlebih dahulu, sebelum melakukan rangkaian ziarah di sana.
Edgard Amping, salah satu pemain yang baru kali pertama melakukan ziarah di sini, mengungkapkan rasa antusiasnya. “Rasanya antusias. Pengin tahu juga, jadi pengalaman baru. Bisa mengenal lebih dalam budaya di Jogja,” ujar pemain asal Mamuju itu.
Kegiatan ziarah di lokasi pertama ini berakhir sekitar pukul 19.45 WIB. Rombongan Laskar Mataram langsung beranjak menuju tempat kedua, yakni makam raja-raja di Imogiri. Perjalanan menuju ke sana membutuhkan waktu sekitar setengah jam.
Ketika tiba di makam raja-raja Imogiri, pemain melaksanakan Salat Isya terlebih dahulu. Selanjutnya, mereka langsung berganti baju adat di sana dan melakukan foto bersama terlebih dahulu sebelum masuk ke area makam raja-raja Imogiri.
Suasana hening dan sakral terasa ketika mereka akan mulai melakukan serangkaian kegiatan ziarah di dalam area makam.
BACA JUGA: Lengkapi Kuota Pemain U-21, PSIM Jogja Datangkan Eks Pemain Timnas U-16
Yusaku Yamadera, pemain asal Jepang, mengaku sangat senang karena bisa merasakan kesempatan berziarah kali ini. “Rasanya campur aduk. Ini adalah pengalaman pertama saya ke sini dan saya tidak tahu harus melakukan apa. Hanya bingung. Namun, saya sangat antusias. Saya juga sangat senang berasa di sini untuk melakukan tradisi ini. Saya sangat mengapresiasi kesempatan yang luar biasa dan jarang saya dapatkan ini,” ungkap Yusaku.
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Seto Nurdiyantoro mengatakan, ziarah ke makam raja-raja ini merupakan tradisi yang selalu membuatnya rindu. “Tentunya ada rasa perjalanan tersendiri. Walaupun sering ke sini, tapi selalu merindukan hal-hal seperti ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, dirinya juga melihat makna utama kegiatan ini bagi para pemain, terutama yang baru pertama kali mengikuti ziarah. “Ini pengalaman yang pertama untuk sebagian pemain. Kita mendoakan leluhur. Intinya seperti itu. Ini mengingatkan kita bahwa suatu saat kita juga akan meninggal,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Berkendara sepeda motor di jalan raya sangat berbahaya apabila pengendara belum cukup mengetahui ilmu dan teknik berkendara.