Seragam Gratis Siswa Baru di Bantul Mulai Dibagikan Awal Agustus
Pemkab Bantul mulai menyalurkan bantuan seragam gratis untuk siswa baru SD, SMP, MI, dan MTs pada awal hingga pertengahan Agustus 2026. Total anggaran mencapai
Skuad PSIM Jogja bersama jajaran pelatih dan staf tim foto bersama setelah melaksanakan ziarah di Makam Raja-Raja Imogiri dan Kotagede, Kamis (5/9/2024) malam./Istimewa-PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Rombongan PSIM Jogja menggelar ziarah ke makam raja-raja di Kotagede dan Imogiri, Kamis (5/9/2024) malam WIB. Tradisi ini merupakan aktivitas rutin yang dilakukan setiap tahun jelang bergulirnya kompetisi.
Tujuannya, selain untuk mempererat ikatan tim dan refleksi diri, ziarah ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk lebih mengenal budaya dan sejarah Jogja.
Laskar Mataram tiba di makam raja-raja di Kotagede sesaat sebelum adzan Maghrib berkumandang. Pemain dan rombongan menunaikan salat terlebih dahulu, sebelum melakukan rangkaian ziarah di sana.
Edgard Amping, salah satu pemain yang baru kali pertama melakukan ziarah di sini, mengungkapkan rasa antusiasnya. “Rasanya antusias. Pengin tahu juga, jadi pengalaman baru. Bisa mengenal lebih dalam budaya di Jogja,” ujar pemain asal Mamuju itu.
Kegiatan ziarah di lokasi pertama ini berakhir sekitar pukul 19.45 WIB. Rombongan Laskar Mataram langsung beranjak menuju tempat kedua, yakni makam raja-raja di Imogiri. Perjalanan menuju ke sana membutuhkan waktu sekitar setengah jam.
Ketika tiba di makam raja-raja Imogiri, pemain melaksanakan Salat Isya terlebih dahulu. Selanjutnya, mereka langsung berganti baju adat di sana dan melakukan foto bersama terlebih dahulu sebelum masuk ke area makam raja-raja Imogiri.
Suasana hening dan sakral terasa ketika mereka akan mulai melakukan serangkaian kegiatan ziarah di dalam area makam.
BACA JUGA: Lengkapi Kuota Pemain U-21, PSIM Jogja Datangkan Eks Pemain Timnas U-16
Yusaku Yamadera, pemain asal Jepang, mengaku sangat senang karena bisa merasakan kesempatan berziarah kali ini. “Rasanya campur aduk. Ini adalah pengalaman pertama saya ke sini dan saya tidak tahu harus melakukan apa. Hanya bingung. Namun, saya sangat antusias. Saya juga sangat senang berasa di sini untuk melakukan tradisi ini. Saya sangat mengapresiasi kesempatan yang luar biasa dan jarang saya dapatkan ini,” ungkap Yusaku.
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Seto Nurdiyantoro mengatakan, ziarah ke makam raja-raja ini merupakan tradisi yang selalu membuatnya rindu. “Tentunya ada rasa perjalanan tersendiri. Walaupun sering ke sini, tapi selalu merindukan hal-hal seperti ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, dirinya juga melihat makna utama kegiatan ini bagi para pemain, terutama yang baru pertama kali mengikuti ziarah. “Ini pengalaman yang pertama untuk sebagian pemain. Kita mendoakan leluhur. Intinya seperti itu. Ini mengingatkan kita bahwa suatu saat kita juga akan meninggal,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mulai menyalurkan bantuan seragam gratis untuk siswa baru SD, SMP, MI, dan MTs pada awal hingga pertengahan Agustus 2026. Total anggaran mencapai
Pemerintah memperpanjang kebijakan WFH ASN sehari dalam sepekan hingga akhir September 2026 dengan pelayanan publik tetap berjalan penuh.
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Fadli Zon menilai setiap Presiden RI memiliki gaya pidato berbeda. Menurutnya, gaya komunikasi Prabowo tetap konsisten dan konseptual.
BPS mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia turun menjadi 22,93 juta orang atau 8,07 persen pada Maret 2026.