Kejahatan DIY Merajalela, Penjaga TPR Parangtritis Disabet Celurit
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
PSIM Jogja saat mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu Kalasan pada Rabu (11/9/2024). Istimewa/PSIM Jogja (email)
Harianjogja.com, JOGJA—Staf pelatih, manajemen dan pemain PSIM Jogja menyambangi Panti Asuhan Sayap Ibu di daerah Kalasan pada Rabu (11/9/2024).
Kunjungan ini bertujuan untuk mengingat dan belajar tentang rasa syukur, baik secara pribadi maupun tim jelang bertanding.
Pelatih Kepala PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro mengatakan agenda ini merupakan salah satu rangkaian usaha dari tim Laskar Mataram untuk bisa mencapai target utama, yakni lolos ke Liga 1.
Menurutnya, dengan menyambangi panti asuhan, tim Laskar Mataram akan lebih rendah hati ketika melalui perjalan Liga 2 di musim 2024/2025 ini.
“Harapannya, saya ingin menjadikan tim dalam kompetisi nanti bahwa kami ini bukan siapa-siapa, tidak sempurna. Justru saudara yang di sini yang luar biasa karena punya hati yang sempurna,” katanya.
BACA JUGA: Sampah Liar Muncul di Lokasi Renovasi Pasar Terban Jogja
Selain itu, Seto juga berharap, dirinya dan tim PSIM Jogja bisa kembali lagi ke Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu dalam waktu dekat dengan membawa sesuatu yang berbeda, yaitu lolos ke Liga 1.
“Mudah-mudahan ke depan kami bisa kembali ke sini dengan sesuatu yang berbeda dari jiwa masing-masing daripada yang hadir pertama ini. Saya sedang berkompetisi di Liga 2, saya ingin membawa tim menuju Liga 1," ujarnya.
Perwakilan Panti Asuhan Sayap Ibu Devi mengatakan di tempat itu ada 14 penyandang disabilitas dengan yang paling kecil berusia 11 tahun dan yang paling besar berumur 38 tahun.
Ia melanjutkan, ada tiga panti asuhan Yayasan Sayap Ibu. Di lokasi itu dua panti dengan satu panti berisi bayi-bayi yang diterima dalam segala kondisi. Ada yang sehat, disabilitas, maupun prematur. Sementara panti tiga diisi oleh anak-anak disabilitas dari panti yang sudah mandiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Berkendara sepeda motor di jalan raya sangat berbahaya apabila pengendara belum cukup mengetahui ilmu dan teknik berkendara.