SPMB Jateng 2026 Resmi Dibuka, Daya Tampung Baru 40 Persen
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Sepak bola - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Timnas Indonesia bakal kembali bertanding melawan Bahrain dalam pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Persatuan Sepak Bola Bahrain meminta agar pertandingan melawan Tim Nasional (Timnas) Indonesia dilaksanakan di luar Indonesia.
Pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain rencananya bakal digelar pada 25 Maret 2025. Permintaan tersebut disampaikan Persatuan Sepak Bola Bahrain atau Bahrain Football Association (BFA) kepada FIFA dan AFC melalui pernyataan resmi, Rabu (16/10/2024).
BFA beralasan permintaan memindahkan lokasi pertandingan di luar Indonesia dilakukan demi keselamatan Timnas Bahrain.
"Asosiasi akan mengajukan permohonan untuk memindahkan pertandingan dari Indonesia demi menjaga keselamatan tim nasional, karena hal ini merupakan prioritas utama, terutama karena FIFA dan AFC terutama memperhatikan keselamatan tim yang berpartisipasi dalam kompetisi," tulis BFA dalam pernyataan resminya.
Selain itu, BFA juga mengaku telah melaporkan terkait dengan ancaman yang didapatkan tim nasionalnya seusai laga pertandingan melawan Timnas Indonesia.
"Sejalan dengan keinginan asosiasi sepak bola Bahrain untuk menjamin keselamatan anggotanya, khususnya anggota tim nasional, asosiasi sedang dalam proses menyampaikan kepada FIFA dan AFC untuk memberitahukan tentang perilaku tidak dapat diterima yang telah dilakukan oleh asosiasi Bahrain, serta tindakan yang mengancam, menghina, dan mencemarkan nama baik yang dapat membahayakan keselamatan anggota tim nasional saat menghadapi tim nasional Indonesia," ujarnya.
BACA JUGA: Putusan MK Perintahkan Guru Honorer Harus Diprioritaskan Jadi PPPK
Untuk diketahui, Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) melayangkan surat protes resmi yang ditujukan ke FIFA dan AFC pada 11 Oktober 2024. Sebelumnya, PSSI juga telah melayangkan surat protes 1 jam setelah pertandingan Indonesia vs Bahrain selesai dilaksanakan. Protes tersebut terkait dengan dua poin keberatan.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga mengatakan, PSSI memprotes terkait dengan penambahan waktu pertandingan yang tidak sesuai dan mempertanyakan terkait dengan penunjukkan wasit yang berasal dari Asia Barat dan Timur Tengah.
"Saya tidak paham dengan Sekjen AFC, mungkin manajemennya memang tidak begitu baik sehingga enggak sampai ke beliau," ungkapnya.
Dalam pertandingan babak kedua Indonesia vs Bahrain, terdapat tambahan waktu selama 6 menit. Namun, Ahmed Al Kaf yang saat itu menjadi wasit pertandingan tak kunjung meniup peluit tanda pertandingan berakhir padahal waktu pertandingan sudah berjalan 99 menit. Pertandingan tersebut berakhir imbang dengan skor 2-2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.