Luis Milla Hijrah ke Como Proyek Ambisius Fabregas Dimulai

Jumali
Jumali Jum'at, 19 Juni 2026 23:37 WIB
Luis Milla Hijrah ke Como Proyek Ambisius Fabregas Dimulai

Luis Milla/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Getafe kembali kehilangan salah satu pilar pentingnya di bursa transfer musim panas ini. Setelah Mauro Arambarri lebih dulu hengkang ke River Plate, kini gelandang kreatif Luis Milla resmi meninggalkan klub dan melanjutkan kariernya di Serie A bersama Como, tim yang dilatih oleh legenda Spanyol Cesc Fàbregas.

Kesepakatan transfer ini bernilai sekitar 6 juta euro atau setara Rp105 miliar. Milla akan segera menandatangani kontrak dalam waktu dekat setelah kedua klub mencapai kata sepakat, sebagaimana dilaporkan Marca.

Musim lalu, pemain berusia 30 tahun itu tampil impresif bersama Getafe CF. Ia bahkan menjadi salah satu gelandang dengan kontribusi assist tertinggi di La Liga 2025/2026, hanya kalah dari bintang muda Barcelona, Lamine Yamal. Performa tersebut membuatnya menjadi incaran sejumlah klub Eropa dan Timur Tengah.

Namun pada akhirnya, Milla memilih bergabung dengan Como 1907 di Italia. Klub yang bermarkas di Lombardy itu kini berada dalam proyek ambisius untuk membangun tim kompetitif di Serie A di bawah arahan Fàbregas.

Ketertarikan Como terhadap Milla sebenarnya sudah muncul sejak bursa transfer musim dingin lalu. Saat itu, Getafe menolak melepasnya karena masih menjadi pemain kunci dalam upaya bertahan di La Liga. Meski demikian, kesepakatan penyesuaian klausul pelepasan membuat transfer kali ini akhirnya bisa terealisasi.

Sebelum ke Como, Milla juga sempat diminati klub lain, termasuk Villarreal serta klub Arab Saudi Al-Nassr. Namun, faktor proyek jangka panjang dan peran penting yang ditawarkan Fàbregas menjadi penentu utama pilihannya ke Italia.

Menariknya, Como saat ini berada dalam sorotan publik sepak bola Eropa karena proyek besar mereka, termasuk kepemilikan yang melibatkan Grup Djarum dari Indonesia. Klub tersebut terus aktif memperkuat skuad untuk meningkatkan daya saing di Serie A.

Dengan gaya bermain sebagai gelandang kreatif yang dikenal memiliki visi permainan tajam dan akurasi umpan tinggi, Milla diharapkan mampu menambah kualitas lini tengah Como. Ia juga akan bereuni dengan sejumlah pemain asal Spanyol di skuad tersebut.

Kepergian Milla, ditambah hengkangnya Arambarri, menandai berakhirnya duet lini tengah yang selama beberapa musim terakhir menjadi tulang punggung Getafe.

Kini, sorotan tertuju pada Como: apakah kombinasi Fàbregas sebagai pelatih dan Milla sebagai pengatur tempo bisa membawa klub Italia itu melangkah lebih jauh di Serie A musim depan?

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online