Menara Telekomunikasi di Bantul Tembus 300, Minat Investor Menurun
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Pemain PSIM Jogja Yudha Alkanza menggiring bola setelah melewati pemain Farmel FC dalam laga lanjutan Liga 2 2024 di Stadion Sriwedari, Solo Sabtu (16/11/2024). Dok. - PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–PSIM Jogja bermain imbang saat melakoni laga tandang melawan Adhyaksa Farmel FC dalam pertandingan lanjutan Liga 2 2024/2025 di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (16/11/2024). Skor 0-0 jadi hasil akhir meskipun tim tuan rumah bermain dengan 10 orang sehat menit 77.
Sejak laga berjalan Laskar Mataram sudah mendominasi pertandingan. Sejumlah peluang tercipta tetapi tidak ada yang bisa dikonversi menjadi gol. Pun demikian di babak kedua setelah Dave Mustaine dikartu merah wasit, PSIM terus melancarkan serangan, tapi pertahanan Farmel FC terlalu solid.
Pelatih kepala PSIM Jogja, Seto Nurdiyantoro, mengungkapkan tetap bersyukur dengan hasil ini. Namun, ia juga mengakui bahwa permainan timnya masih perlu banyak perbaikan.
"Tentu saja kami bersyukur atas hasil ini, tetapi keinginan kami adalah untuk meraih hasil yang lebih baik lagi. Di babak pertama, kami menciptakan banyak peluang, tetapi sayang sekali tidak bisa dimaksimalkan," ujar Seto.
Seto juga menyoroti kurangnya kesabaran para pemainnya dalam memanfaatkan peluang. "Di babak kedua, Farmel FC bermain dengan sepuluh pemain, seharusnya kami bisa lebih mudah mengendalikan pertandingan. Namun, pemain kami kurang sabar dan tidak bisa memanfaatkan keuntungan jumlah pemain. Biasanya, tim yang kehilangan pemain akan lebih fokus, dan kami yang kurang bisa membantu diri sendiri," katanya.
BACA JUGA: Ini Penjelasan Kejagung Soal Kabar 5.000 Jaksa Terkait Judi Online
Sementara itu, pelatih kepala Farmel FC, Ade Suhendra, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan. Ia menilai bahwa timnya kurang efektif dalam mengimplementasikan strategi yang telah disiapkan.
"Kami sangat kecewa dengan hasil ini, apalagi bermain di kandang sendiri. Rencana kami untuk bermain dengan dua striker di babak pertama tidak berjalan dengan baik. Kami kalah di lini tengah sehingga PSIM bisa mendominasi pertandingan," ungkap Ade.
Ade juga menjelaskan bahwa pada babak kedua, timnya melakukan perubahan dengan memasukkan dua gelandang dan berhasil meningkatkan permainan.
"Pada babak kedua, kami membuat perubahan dengan memasukkan dua gelandang dan hasilnya cukup baik. Kami bisa menguasai bola dengan lebih baik dan menciptakan beberapa peluang, tetapi sayang sekali tidak bisa dikonversi menjadi gol," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.