Polisi Tangkap 2 Pelaku Challenge Hafalan Alquran Dihadiahi Miras
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Shin Tae-yong./JIBI
Harianjogja.com, SOLO—Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong menyebut pemain-pemainnya sering salah umpan saat bermain melawan Laos pada pertandingan penyisihan grup B Piala AFF 2024 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Kamis.
"Kedua tim baik Indonesia maupun Laos bekerja maksimal semuanya, tetapi dengan kesalahan kami, umpan yang salah, yang menyebabkan kami kemasukan," kata Shin.
Ia mengatakan salah umpan ini juga yang menyebabkan pertandingan berakhir seri 3-3. "Itu sangat disayangkan, kami merasa salah, kami minta maaf kepada para pendukung," katanya.
Shin mengungkapkan bahwa tim sudah berusaha menciptakan gol dengan taktik sesuai saat latihan. "Tetapi hari ini kami tidak mendapatkan peluang baik, jadi memang sangat disayangkan," kata Shin.
Dalam pertandingan ini, Marselino Ferdinan terkena kartu merah. Shin mengakui Marselino tidak bermain bagus. "Performa Marselino hari ini adalah yang terburuknya," kata dia.
Shina berharap Ivar Jenner bergabung dengan timnas untuk mengisi posisi Marselino pada pertandingan melawan Vietnam nanti. "Kami ingin panggil Ivar, ada usaha juga dari PSSI. Ivar mau, tapi klubnya tidak mau melepas," kata Shin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.