Menara Telekomunikasi di Bantul Tembus 300, Minat Investor Menurun
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Pemain PSIM Jogja Omid Popalzay berupaya lepas dari penjagaan pemain Persekat Tegal dalam laga lanjutan Liga 2 2024/2025 yang digelar di Stadion Tri Sanja, Tegal, Sabtu (4/1/2025) malam. Dok. Ist
Harianjogja.com, TEGAL – PSIM Jogja harus puas berbagi poin dengan tuan rumah Persekat Tegal dalam lanjutan Liga 2 2024/2025. Pertandingan yang berlangsung sengit di Stadion Tri Sanja pada Sabtu (4/1/2025) malam berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Kedua tim langsung tancap gas sejak peluit tanda dimulai laga dibunyikan. Persekat yang didukung penuh oleh pendukungnya tampil dominan di awal babak pertama. Beberapa kali peluang emas tercipta, salah satunya melalui tendangan sudut yang dieksekusi oleh Chrystna Bagascara. Namun, kiper PSIM, Harlan Suardi, dengan sigap mengamankan gawangnya.
PSIM tidak tinggal diam. Omid, yang di laga ini dipasang sebagai penyerang beberapa kali mengancam gawang Persekat. Menit 20 pemain asal Afghanistan itu mendapat peluang dari tendangan bebas. Sayang tendangan kerasnya yang menukik masih mampu diantisipasi penjaga gawang Persijap.
Babak kedua berjalan lebih terbuka. Persekat terus menekan pertahanan PSIM, tapi rapatnya lini belakang Laskar Mataram membuat tuan rumah kesulitan menembus pertahanan. Di sisi lain, PSIM juga memiliki beberapa peluang emas, sayang gagal dimanfaatkan dengan baik.
Petaka bagi PSIM terjadi pada menit ke-69. Fariz harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Bermain dengan 10 pemain membuat PSIM semakin kesulitan mengembangkan permainan.
Hanya saja meski bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, PSIM tetap memberikan perlawanan sengit. Jelang laga usai Lucky Oktavianto hampir membawa keunggulan bagi PSIM, hanya saja tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih bisa ditepis Bagus Prasetiyo, kiper Persijap yang tampil apik di laga ini.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor imbang 0-0 tidak berubah. Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi poin. Dengan hasil ini upaya PSIM untuk lolos ke babak 8 besar dengan satu laga tersisa cukup berat, karena hanya duduk di peringkat 3 dengan 26 poin, sementara selisih poin sangat tipis dengan peringkat keempat Adhyaksa yang menggantongi 24 poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.
Africa CDC memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola setelah lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.