China Bersiap Pimpin BRICS 2027, Xi Jinping Ajukan 4 Usulan
China siap mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027. Xi Jinping mengajukan empat usulan untuk memperkuat kerja sama Selatan Global.
Mantan pelatih tim nasional futsal Indonesia sekaligus pengamat sepak bola Justinus Lhaksana saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2022). Antara/Arnidhya Nur Zhafira
Harianjogja.com, JAKARTA—Ada kemungkinan besar Direktur Teknik (Dirtek) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang akan diumumkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir pada akhir Februari adalah orang Belanda. Hal ini diutarakan pengamat sepak bola Indonesia Justinus Lhaksana.
Pria yang akrab disapa coach Justin ini menilai latar belakang pemilihan Dirtek PSSI dari Belanda adalah karena adanya kecocokan budaya dengan Indonesia.
Dan Dirtek PSSI, kata coach Justin, selain karena faktor budaya, juga harus "klik" dengan tim kepelatihan timnas Indonesia yang kini dihuni wajah dari Negeri Kincir Angin, seperti Patrick Kluivert di posisi pelatih kepala, serta Denny Laandzat dan Alex Paastor sebagai asisten pelatih.
"Dirtek juga harus cocok dengan tim pelatih, artinya harus orang Belanda. Itu faktor budaya. Kalo gue bilang 70-80 persen dari Belanda," kata coach Justin saat dihubungi ANTARA melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin (20/1/2025).
Mantan pelatih timnas futsal itu lalu mengatakan sebanyak 10-20 persen kemungkinan Dirtek PSSI adalah dari orang Eropa, salah satunya adalah orang Jerman.
BACA JUGA: Trans Jogja Listrik Mulai Diuji Coba, Beroperasi Gratis Setahun Mulai Pukul 08.00 WIB
Pria dari Jerman sendiri pernah menghuni kursi Dirtek PSSI pada 2023. Orang itu bernama Frank Wormuth yang sayangnya hanya bertahan enam bulan sampai Desember 2023 atau setelah selesainya Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia.
Wormuth menjadi Dirtek PSSI setelah menggantikan Indra Sjafri yang mengisi posisi sebelumnya selama tiga tahun, mulai Februari 2020 sampai Mei 2023.
"Sementara 10-20 persen orang Eropa, yang budayanya enggak jauh beda lah. Orang Jerman contoh," katanya.
Lalu, coach Justin menambahkan kriteria Dirtek PSSI harus orang senior yang mempunyai pengalaman, bukan orang yang masih muda dan minim jam terbang.
Selain itu, ia mengatakan, "Dirtek itu punya peran penting-penting enggak gitu lho. Jadi perannya adalah lebih di belakang layar. Jadi tugasnya itu menyatukan visi antara timnas youth sampe senior. Youth sampe senior, terus komunikasi dengan klub-klub liga. Artinya dirtek itu harus tinggal disini."
Lebih lanjut, kata coach Justin, sosok calon dua asisten pelatih asal Indonesia di timnas juga harus cocok dengan Kluivert.
Sebelumnya, PSSI menyatakan satu asisten pelatih timnas asal Indonesia nantinya akan difokuskan untuk menangani regenerasi pemain di kelompok umur.
"Itu kita enggak bisa bilang (Nova Arianto akan jadi asisten pelatih timnas lagi). Karena itu Kluivert saja yang tahu," tutup pria 57 tahun kelahiran Surabaya tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
China siap mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027. Xi Jinping mengajukan empat usulan untuk memperkuat kerja sama Selatan Global.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.