6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Gelandang PSIM Jogja, Muammar Khadafi (depan) berselebrasi seusai mencetak gol ke gawang Persipa, Minggu (15/12/2024)./Instagram psimjogja_official
Harianjogja.com, JOGJA–Gelandang PSIM Jogja Muammar Khadafi dipastikan mengakhiri musim 2024/2025 lebih cepat akibat cedera parah yang dialaminya.
Gelandang andalan Laskar Mataram itu mengalami cedera ligamen lutut dalam laga kandang perdana babak delapan besar Liga 2 pada Senin (20/1/2025) lalu.
Insiden tersebut terjadi menjelang akhir babak pertama. Muammar, yang berusaha menyundul bola, mendarat dalam posisi tidak sempurna, menyebabkan dirinya langsung terkapar di lapangan.
BACA JUGA: Menang Tipis 1-0 atas Deltras, PSIM Jogja Awali Babak 8 Besar dengan Hasil Manis
Tim medis yang sigap menangani Muammar sempat membawanya ke tepi lapangan untuk pemeriksaan lebih lanjut, sebelum akhirnya ia ditandu keluar dan dinyatakan tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Dokter tim PSIM Jogja, Adidya Rizky Pambudi mengatakan, cedera yang dialami Muammar tergolong serius dan membutuhkan penanganan intensif serta waktu pemulihan yang tidak sebentar.
"Muammar mengalami cedera pada ligamen lutut, penyebabnya kemungkinan besar karena ada kesalahan saat mendarat setelah heading. Untuk musim ini, ia tidak bisa melanjutkan pertandingan. Fokus kami sekarang adalah penanganan cederanya," ujar Adidya, Rabu (22/1/2025).
Proses penanganan cedera ini akan melibatkan tindakan rekonstruksi atau perbaikan ligamen yang rusak, diikuti oleh program rehabilitasi intensif. “Setelah dilakukan repair atau rekonstruksi, rehabilitasi akan menjadi langkah berikutnya untuk memulihkan fungsi kakinya,” jelas Adidya.
Adidya memastikan bahwa selain Muammar kondisi para pemain PSIM Jogja saat ini berada dalam kondisi prima. “Kondisi pemain semuanya fit dan siap bermain,” tambahnya.
Cedera pemain tentu menjadi tantangan besar bagi PSIM Jogja yang tengah berjuang di fase krusial kompetisi. Adidya menekankan pentingnya dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk manajemen, suporter, dan masyarakat, untuk membantu para pemain yang sedang cedera agar pulih dengan baik.
"Intinya, saat ini yang dibutuhkan adalah full support untuk Muammar dan pemain yang cedera. Semua pemain di tim ini memiliki semangat tinggi untuk bermain dan membela PSIM kapanpun mereka dibutuhkan, tetapi kita tidak pernah tahu kapan cedera bisa terjadi," ujar Adidya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Prabowo resmi umumkan proyek Giant Sea Wall sepanjang 575 km dari Banten-Gresik. Butuh waktu 15-20 tahun, lindungi 50 juta warga. Indonesia belajar dari Belanda
Elkan Baggott resmi masuk skuad Millwall untuk Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia akan mengenakan nomor punggung 12 usai direkrut dari Ipswich Town.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang