Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bripka E
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Jajaran manajemen PSIS Semarang live instagram sebagai pengganti acara sarasehan yang tidak dihadiri suporter Panser Biru. /Istimewa.
Harianjogja.com, SEMARANG—Konflik antara suporter PSIS Semarang, Panser Biru, dengan manajemen klub kembali memanas. Panser Biru menolak menghadiri undangan sarasehan yang digelar manajemen PSIS di Hotel UTC Semarang pada Rabu (22/1/2025). Acara ini dirancang sebagai upaya dialog untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang membayangi hubungan kedua pihak.
Juru bicara manajemen PSIS, Irawan Yuswono, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Panser Biru dalam sarasehan tersebut. Menurutnya, forum ini merupakan ruang dialog terbuka untuk mencari solusi bersama.
BACA JUGA : BRI Liga 1, Taklukkan PSIS 2-1, PSS Jauhi Zona Merah
“Kami menghormati keputusan DPP Panser Biru yang tidak datang. Namun, kami juga cukup menyayangkan karena sarasehan ini adalah kesempatan berdialog di tengah permasalahan yang ada,” kata Irawan dalam keterangan resmi, Rabu (22/1/2025).
Meski Panser Biru absen, manajemen PSIS tetap melanjutkan agenda dengan format berbeda. CEO PSIS, Yoyok Sukawi, menggelar dialog interaktif bersama para fans melalui siaran langsung di media sosial.
Dalam sesi live tersebut, sejumlah isu penting dibahas, termasuk polemik saham mayoritas PSIS dan performa tim yang menurun drastis di BRI Liga 1 musim 2024/2025. Saat ini, PSIS berada di posisi ke-14 klasemen dengan koleksi 18 poin dari 19 pertandingan, jauh dari harapan para pendukung setianya.
Plt Ketua Umum Panser Biru, Kepareng alias Wareng, memastikan tidak ada satu pun anggotanya yang hadir dalam sarasehan tersebut. Bahkan, Wareng terlihat berada di sekitar lokasi acara untuk memastikan anggota Panser Biru benar-benar tidak hadir.
“Tidak ada [perwakilan Panser Biru] yang hadir [acara sarasehan],” ucap Wareng.
Ketegangan antara Panser Biru dan manajemen PSIS didasari tuntutan agar Yoyok Sukawi melepas saham mayoritas klub. Mereka menilai kepemimpinan Yoyok belum membawa prestasi membanggakan bagi PSIS, yang terus mengalami penurunan performa. Panser Biru pun melakukan boikot terhadap PSIS Semarang. Mereka bahkan menolak hadir ke Stadion Jatidiri, untuk menyaksikan PSIS berlaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.