Konflik Manajemen PSIS dengan Suporter Kian Memanas, Panser Biru Tolak Hadiri Dialog

Fitroh Nurikhsan 
Fitroh Nurikhsan  Kamis, 23 Januari 2025 07:47 WIB
Konflik Manajemen PSIS dengan Suporter Kian Memanas, Panser Biru Tolak Hadiri Dialog

Jajaran manajemen PSIS Semarang live instagram sebagai pengganti acara sarasehan yang tidak dihadiri suporter Panser Biru. /Istimewa.

Harianjogja.com, SEMARANG—Konflik antara suporter PSIS Semarang, Panser Biru, dengan manajemen klub kembali memanas. Panser Biru menolak menghadiri undangan sarasehan yang digelar manajemen PSIS di Hotel UTC Semarang pada Rabu (22/1/2025). Acara ini dirancang sebagai upaya dialog untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang membayangi hubungan kedua pihak.

Juru bicara manajemen PSIS, Irawan Yuswono, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Panser Biru dalam sarasehan tersebut. Menurutnya, forum ini merupakan ruang dialog terbuka untuk mencari solusi bersama.

BACA JUGA : BRI Liga 1, Taklukkan PSIS 2-1, PSS Jauhi Zona Merah

“Kami menghormati keputusan DPP Panser Biru yang tidak datang. Namun, kami juga cukup menyayangkan karena sarasehan ini adalah kesempatan berdialog di tengah permasalahan yang ada,” kata Irawan dalam keterangan resmi, Rabu (22/1/2025).

Meski Panser Biru absen, manajemen PSIS tetap melanjutkan agenda dengan format berbeda. CEO PSIS, Yoyok Sukawi, menggelar dialog interaktif bersama para fans melalui siaran langsung di media sosial.

Dalam sesi live tersebut, sejumlah isu penting dibahas, termasuk polemik saham mayoritas PSIS dan performa tim yang menurun drastis di BRI Liga 1 musim 2024/2025. Saat ini, PSIS berada di posisi ke-14 klasemen dengan koleksi 18 poin dari 19 pertandingan, jauh dari harapan para pendukung setianya.

Plt Ketua Umum Panser Biru, Kepareng alias Wareng, memastikan tidak ada satu pun anggotanya yang hadir dalam sarasehan tersebut. Bahkan, Wareng terlihat berada di sekitar lokasi acara untuk memastikan anggota Panser Biru benar-benar tidak hadir.

“Tidak ada [perwakilan Panser Biru] yang hadir [acara sarasehan],” ucap Wareng.

Ketegangan antara Panser Biru dan manajemen PSIS didasari tuntutan agar Yoyok Sukawi melepas saham mayoritas klub. Mereka menilai kepemimpinan Yoyok belum membawa prestasi membanggakan bagi PSIS, yang terus mengalami penurunan performa. Panser Biru pun melakukan boikot terhadap PSIS Semarang. Mereka bahkan menolak hadir ke Stadion Jatidiri, untuk menyaksikan PSIS berlaga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online