El Nino Mengintai BPBD Bantul Siaga Distribusi Air Bersih
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
Pemain PSIM Jogja, Omid Popalzay berebut bola dengan bek PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Liga 2 2025, Minggu (26/1/2025)/Istimewa-PSIM Jogja
Harianjogja.com, PEKANBARU—Untuk sementara PSIM sukses memuncaki klasemen Grup X Babak 8 Besar Liga 2 2025 setelah sukses menumbangkan perlawanan tuan rumah PSPS dengan skor tipis 1-0. Dalam laga yang digelar di Stadion Kaharuddin Nasution itu, satu-satunya gol kemenangan Laskar Mataram dicetak oleh Rafinha, enam menit sebelum berakhirnya laga.
Kemenangan itu membawa PSIM berada di puncak klasemen dengan torehan 6 poin. Sementara PSPS berada di urutan kedua dengan torehan 3 poin, sama dengan Persiraja yang berada di urutan ketiga.
Sejak menit awal, kedua tim menampilkan laga dengan tensi tinggi, meski kendali permainan tetap ada di pihak PSPS Pekanbaru.
Laskar Mataram, tampak kesulitan mengembangkan permainan. Mengandalkan Roken di sisi kiri, pemain bernomor punggung 54 itu beberapa kali mencoba menerobos pertahanan PSPS.
Namun, solidnya lini belakang Askar Bertuah membuat Roken kerap harus dilanggar untuk menghentikan pergerakannya.
Strategi serangan PSIM pun terkesan mandek, terutama dengan absennya Rafinha di babak pertama.
Pelatih PSIM, Erwan, memilih menurunkan Irvan Mofu sebagai ujung tombak, tetapi dia tampak kesulitan menghadapi ketatnya pertahanan PSPS.
Lini serang PSIM juga tak banyak berkembang di sisi kanan. Faris yang dipasang di sektor tersebut jarang mendapatkan bola.
Minimnya aliran bola ke sisi kanan membuat Faris lebih sering turun ke area pertahanan untuk membantu menutup pergerakan Jhon Mena, pemain PSPS yang cukup agresif sepanjang laga.
Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain untuk mengubah jalannya permainan. PSPS tetap memegang kendali permainan dengan terus menggempur pertahanan PSIM.
Namun, justru PSIM yang berhasil mencuri gol di menit ke-84 melalui skema bola mati.
Gol tersebut tercipta berkat sundulan Rafinha, yang baru dimasukkan di babak kedua. Memanfaatkan umpan matang dari Yudha, Rafinha mampu menjebol gawang PSPS, memecah kebuntuan bagi Laskar Mataram. Gol ini menjadi momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan.
Di sisa waktu pertandingan, PSIM sebenarnya memiliki dua peluang emas untuk menggandakan keunggulan.
Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut terbuang sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan untuk kemenangan PSIM Jogja.
Kemenangan tipis ini menjadi momen penting bagi PSIM Jogja yang berhasil mencuri poin penuh di markas PSPS Pekanbaru. Meski tampil dominan, PSPS harus menerima kenyataan pahit setelah gagal memanfaatkan sejumlah peluang mereka di depan gawang lawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kehadiran BNI dalam acara ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan layanan perbankan digital yang mudah diakses sekaligus relevan.
Refleksi 20 tahun gempa Bantul, Bupati Abdul Halim Muslih dorong penambahan sistem peringatan dini dan inovasi mitigasi bencana untuk masa depan lebih tangguh.
Penelitian University of Ottawa ungkap serangan jantung dapat memicu gangguan otak dan meningkatkan risiko depresi.