Menara Telekomunikasi di Bantul Tembus 300, Minat Investor Menurun
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Pemain PSIM Jogja, Omid Popalzay berebut bola dengan bek PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Liga 2 2025, Minggu (26/1/2025)./Istimewa-PSIM Jogja
Harianjogja.com, PEKANBARU—PSIM Jogja berhasil meraih hasil positif dalam laga melawan PSPS Pekanbaru pada Minggu (26/1/2025) di Stadion Kaharuddin Nasution. Gol tunggal di laga itu dicetak oleh Rafinha pada babak kedua yang mengantarkan Laskar Mataram duduk di peringkat pertama grup X Liga 2 2025.
Caretaker Pelatih PSIM Jogja, Erwan Hendarwanto mengungkapkan bahwa hasil ini melebihi ekspektasinya dan merupakan buah dari kerja keras seluruh tim. “Syukur alhamdulillah, hasil ini di luar ekspektasi kami. Perjuangan pemain luar biasa, dan tentu saja ini juga berkat karunia dari yang di atas. Saya apresiasi kepada semua pemain yang sudah memberikan yang terbaik,” ujar Erwan seusai pertandingan.
Erwan mengingatkan para pemainnya agar tidak terlena dengan kemenangan ini. Dia menegaskan bahwa perjalanan mereka masih panjang dan penuh tantangan. "Jangan terlalu berleha-leha karena kami harus siap dengan laga selanjutnya yang ada di depan kami," ujar dia.
Erwan juga membongkar strategi yang telah ia siapkan untuk laga ini, termasuk keputusan taktis terkait pemain kunci seperti Omid Popalzay dan Rafinha.
Soal performa Omid yang terlihat tidak maksimal, Erwan menepis anggapan bahwa hal itu disebabkan oleh tekanan dari suporter lawan. “Soal Omid, kami memang membuat game plan dalam latihan. Jadi bukan karena teriakan suporter PSPS penampilannya tidak maksimal, tetapi memang ini strategi yang kami siapkan. Termasuk memasukkan Rafinha di babak kedua,” jelasnya.
BACA JUGA: Menang Tipis di Kandang PSPS Pekanbaru, PSIM Puncaki Klasemen 8 Besar Liga 2
Erwan menambahkan bahwa Rafinha yang sering dipasang sebagai target man dalam permainan PSIM, memang sengaja disimpan di babak pertama.
Ini dilakukan untuk mengalihkan perhatian lawan. “Selama ini Rafinha selalu jadi target man kami. Saya pikir lawan akan tahu itu. Kami juga punya Irvan Mofu yang secara kualitas juga lumayan dan itu yang sudah kami siapkan di laga ini,” ujar dia.
Pemain PSIM Jogja, Aditya Gigis mengungkapkan bahwa para pemain mampu menjalankan skema yang telah direncanakan dengan baik. “Skema yang direncanakan bisa diterapkan semua pemain di laga tadi dan memang sudah direncanakan. Alhamdulillah, pemain bisa menyumbang hasil baik dengan bermain tenang dan enjoy,” ungkap Gigis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Isu pocong berkeliaran di Kulonprogo viral di media sosial. Polisi memastikan kabar tersebut hoaks dan meminta warga tidak panik.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.