Kemendikdasmen Target Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Sebuah video yang memperlihatkan atlet muda badminton tanah air diduga melakukan kecurangan dengan merusak shuttlecock atau kok sebelum melakukan servis kepada lawan viral di medsos. /TikTok.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah video yang memperlihatkan atlet muda badminton tanah air diduga melakukan kecurangan dengan merusak shuttlecock atau kok sebelum melakukan servis kepada lawan viral di medsos.
Aksi itu terjadi dalam laga Sirkuit Nasional (Sirnas) B Kepulauan Riau-Batam babak perempat final antara PB Exist dan PB Djarum. Adapun pihak yang diduga melakukan kecurangan yang terekam di video merupakan atlet dari PB Exist. Sekadar untuk diketahui Sirnas B sendiri adalah program dari Pengurus Pusat PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) yang mempertandingkan tiga kategori yaitu usia dini, anak-anak dan pemula.
Pada video yang viral di TikTok tampak pemain PB Exist mengenakan kostum berwarna kuning. Pemain ini mendapatkan poin dan setelah lawannya gagal membalikkan smash. Selanjutnya pemain lawan yang diketahui dari PB Djarum meminta kepada wasit agar shuttlecock diganti.
BACA JUGA: Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke Babak 16 Besar Kejuaraan Asia Badminton 2025
Setelah shuttlecock diganti kemudian diberikan kepada pemain PB Exist yang akan melakukan servis. Akan tetapi sebelum melakukan servis, atlet tersebut tampak mengarahkan shuttlecock di punggungnya yang diduga meremas shuttlecock untuk tujuan merusak. Karena dengan kondisi shuttlecock tidak normal maka lawan berpotensi akan kesulitan membalikkan bola servis.
PB Exist atau Exist Badminton Club telah memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya @existbadmintonclub terkait viralnya video tersebut dengan memberikan teguran keras kepada atlet binaannya. Dalam pernyataannya Exist Badminton Club tidak mentolerir segala bentuk kecurangan dan menjunjung tinggi sikap sportifitas dalam setiap pertandingan dimanapun.
BACA JUGA: Hasil BAC 2025: Leo/Bagas Melaju ke Semifinal
"Mengenai video dugaan kecurangan yang dilakukan atlet muda binaan Exist Badminton Club di Sirnas B Kepulauan Riau - Batam, kami telah memberikan teguran keras kepada atlet yang bersangkutan, serta melarang ia untuk menang di pertandingan semifinal selanjutnya sebelum video itu beredar di media sosial," kata Ketua Harian Exist Badminton Club Harry Hartono.
"Sanksi internal dari klub juga akan diberikan untuk meningkatkan disiplin dan mental juara dari atlet binaan. Exist Badminton Club berpendirian bahwa sikap sportif harus menjadi landasan yang kuat dalam membentuk seorang calon juara. Kemenangan bukan diraih dengan hal yang mengotori semangat sportifitas".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.