PKB Kumpulkan 250 Pesantren, Bahas Kasus Kekerasan Seksual
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA--PSSI akan mengusut tuntas pelaku ujaran rasis pada pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 ketika Indonesia menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 Maret lalu.
Hal ini diungkapkan oleh ,anggota Komite Eksekutif (Esco) PSSI Arya Sinulingga, di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2025).
Pada pertandingan yang berakhir 1-0 untuk Indonesia itu, Arya menilai ada kejadian tak pantas karena ada ujaran rasis dari suporter.
"Kejadian lawan terakhir kita itu ada ucapan-ucapan rasisme. Itu kami lagi proses identifikasi," kata Arya.
Arya menyatakan PSSI sedang berusaha menemukan sang pelaku yang jika pelaku sudah ditemukan akan menghukumnya.
"Memang benar, CCTV kami enggak punya suara, itu jadi kelemahan juga. Tapi nanti kita klopkan sama tayangan TV, klop nanti. Pasti akan ada yang kami hukum enggak bisa masuk GBK," tandas Arya.
Pada pertandingan itu, berkat Garuda ID dan bantuan teknologi AI, PSSI berhasil menemukan pelaku yang mengambil jersi Marselino yang hendak diberikan kepada bocah penggemar bola, Kenneth.
Kenneth membawa tulisan khusus berisi permintaan kepada Marselino untuk memberikan jersinya setelah laga selesai.
Aksi pria yang terang-terangan mengambil jersi Marselino untuk Kenneth itu viral di media sosial dan setelah beberapa hari dicari pria itu ditemukan.
"Kemarin ada jersi yang dilempar Marselino diambil orang, orang tersebut blacklist. Karena kita punya sistem untuk menjaga itu," kata Arya.
Sebagai gantinya, Kenneth mendapatkan jersi yang digunakan oleh Marselino saat membela Indonesia melawan Bahrain. Dalam akun Instagram timnas indonesia pada 27 Maret, bocah berkacamata itu tersenyum memamerkan jersi yang diperolehnya tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.