Musim Hujan Tiba, BPBD Sleman Ingatkan Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang
BPBD Sleman meminta warga memeriksa pohon rawan tumbang, membersihkan selokan, dan memantau prakiraan cuaca BMKG saat musim hujan.
Olahraga - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Kontingen atlet Kota Jogja meraih juara umum Pekan Olahraga Daerah (POPDA) DIY tahun 2025.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mencatat kontingen atlet Kota Jogja meraih 259 medali dalam POPDA DIY tahun 2025. Jumlah tersebut terdiri dari 97 emas, 70 perak, dan 92 perunggu.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, (Disdikpora) Kota Jogja, Budi Santosa Asrori menuturkan perolehan medali tersebut menjadi yang terbanyak diraih dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di DIY.
Dalam pertandingan tersebut, medali emas berhasil diraih atlet dari cabang olahraga (cabor) anggar, atletik, balap sepeda, bola basket, karate, renang, taekwondo, dan sepatu roda. Sementara medali perak diraih dari cabor panahan, pencak silat, renang, anggar dan gateball. Kemudian, medali perunggu diraih dari cabor angkat besi, volli, judo, senam, tinju dan wushu.
BACA JUGA: Cegah Pneumonia, Jemaah Haji Diminta Terapkan Protokol Kesehatan
“Prestasi tersebut meningkat dibandingkan dengan POPDA DIY sebelumnya,” katanya, Senin (26/5/2025).
Diketahui pada POPDA DIY tahun 2204, Kota Jogja menempati posisi ketiga. Saat itu, Kota Jogja mengirimkan 442 orang atlet yang mengikuti 33 cabor.
Sementara Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mengapresiasi capaian tersebut. Sebelum pertandingan tersebut, Hasto pun telah mendorong agar para atlet dapat mempersiapkan diri dengan matang sehingga dapat mendulang prestasi dalam ajang tersebut.
“Saya sering menyampaikan, kalah harga tetapi menang cara. Jadi kita harus punya cara agar menang,” ujarnya.
Dia menilai POPDA DIY sebagai ajang untuk melihat kemampuan para atlet di Kota Jogja dengan daerah lain. Meskipun Kota Jogja telah menjadi juara umum, namun dia tetap mendorong agar para atlet terus menorehkan prestasi di masa mendatang.
“Biar [atlet] mengerti cara mengukur diri. Kalau ini [mengikuti POPDA DIY] jadi tahu seberapa posisi kita di DIY, kalau ada kekurangan masih ada waktu untuk memperbaiki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman meminta warga memeriksa pohon rawan tumbang, membersihkan selokan, dan memantau prakiraan cuaca BMKG saat musim hujan.
Freeport meminta kejelasan prosedur ekspor emas terkait bea keluar 10% yang dinilai bertentangan dengan ketentuan IUPK perusahaan.
GIIAS Makassar 2026 menghadirkan 18 merek otomotif, terdiri dari 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor.
PN Yogyakarta menjatuhkan hukuman 2-3 tahun penjara kepada 11 pengasuh Little Aresha, disertai denda Rp60 juta untuk setiap terdakwa.
PANDI mendorong Universal Acceptance agar aksara Bali, Jawa, Pegon, Jawi, dan Arab Melayu bisa digunakan di ekosistem internet global.
Prof Uceng mengajak massa aksi mengacungkan tiga jari dan meneriakkan revolusi di Titik Nol Jogja saat demonstrasi, Rabu (28/10/2026).