WJNC 2026 Diperluas Jadi Festival Sepekan, Libatkan 14 Kemantren
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
Pendiri Waroeng Steak & Shake memberikan apresiasi kepada peraih Runner-up Indonesia Open 2025 pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani atau Sabar/Reza. /Istimewa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pendiri Waroeng Steak & Shake memberikan apresiasi kepada peraih Runner-up Indonesia Open 2025 pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani atau Sabar/Reza.
Sabar/Reza menjadi satu-satunya wakil tuan rumah yang bisa melaju sampai partai pamungkas di Turnamen BWF Super 1000 tersebut. Pada babak final, mereka harus mengakui ketangguhan pasangan Korea Selatan, Kim Won-Ho/Seo Seung Jae, 21-18, 19-21 dan 12-21, Minggu (8/6/2025).
Meski belum meraih gelar juara, penampilan apik keduanya mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari sosok penting yang selama ini menjadi pendukung mereka. Jody Brotoseseno, pendiri jaringan kuliner lokal Waroeng Steak & Shake yang memberikan apresiasi langsung kepada Sabar dan Reza.
Jody mengatakan apresiasi itu sebagai bentuk dukungan ini diberikan bukan semata karena hasil pertandingan, tetapi sebagai bentuk keyakinan bahwa bulutangkis masih menjadi cabang olahraga yang paling membanggakan bagi Indonesia di panggung dunia.
Sabar dan Reza masing-masing mendapatkan apresiasi sebesar Rp50 juta, sementara sang pelatih Hendra Setiawan menerima Rp40 juta, dan pelatih fisik Yansen Alpine, mengantongi Rp20 juta.
"Jangan dilihat dari besarannya, tapi apresiasi pasti akan kami berikan sebagai bentuk dukungan. Badminton ini satu-satunya olahraga yang bisa berada di puncak. Kalau dibandingkan dengan sepak bola, badminton yang bisa sampai Olimpiade dan kejuaraan dunia. Indonesia selalu seperti itu," ujarnya, Senin (9/6/2025).
Reza mengaku bahwa dukungan yang mereka terima dalam dua tahun terakhir memberikan dampak besar dalam kelanjutan karier mereka. Iamengenang masa-masa sebelum mendapat dukungan ketika mereka masih berjuang sendiri.
"Dulu kami bisa dibilang pemain tarkam, main ke pelosok-pelosok. Saat 2023 kami dapat kesempatan bergabung dan didukung penuh, itu titik balik buat saya secara pribadi. Saya sangat bersyukur," kata Reza.
Senada dengan Reza, Sabar juga menyampaikan rasa terima kasih dan menyebut hubungan yang terjalin bukan sekadar kerja sama profesional, tetapi sudah seperti keluarga.
"Saya merasa hubungan ini bukan hanya sponsor, tapi seperti keluarga. Mereka selalu kasih dukungan luar biasa, bahkan kalau kami tanding di Asia dan mereka sempat, mereka nonton langsung," ucap Sabar.
"Saya percaya, atlet dan sponsor itu kayak jodoh-jodohan. Kalau jodoh, insyaallah rezekinya bagus," ungkapnya.
Setelah hasil di Indonesia Open, Sabar dan Reza pun mulai menatap target baru. Reza menyebut Kejuaraan Dunia sebagai target jangka pendek, dengan impian besar bisa tampil di Olimpiade 2028.
"Saya ingin dapat medali di Kejuaraan Dunia. Kalau jangka panjangnya, target saya adalah bisa lolos ke Olimpiade 2028," ujar Reza.
Sabar menambahkan mereka ingin meraih gelar di turnamen-turnamen level atas yang selama ini belum mereka capai. "Kami ingin lebih maksimal lagi. Di Super 500, 750, 1000 kita baru runner-up. Kita pengin medali emas juga. Pencapaian-pencapaian Koh Hendra luar biasa, mudah-mudahan bisa ketularan auranya," kata Sabar. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.