KCIC Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Pencurian Kabel Prasarana Whoosh
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Pebalap Andretti Jake Dennis mengeluhkan debu di sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Jakarta. /Antara.
Harianjogja.com, JOGJA—Pebalap Andretti Jake Dennis mengeluhkan debu di sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Jakarta.
"Ya, kondisi itu tidak ideal. Itu membuat balapan sangat sulit, melakukan overtake sangat menantang. Tapi jujur saja, saya memimpin sebagian besar balapan, jadi itu bukan masalah terbesar saya, tetapi ya," kata Jake Dennis dalam konferensi pers seusai balapan, Sabtu (21/6/2025).
Dalam gelaran Jakarta E-Prix, Sabtu, cuaca memang dalam kondisi yang kurang mendukung selepas pagi sempat diguyur hujan ringan dan siang menjadi cukup terik. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat debu begitu banyak di area lintasan.
BACA JUGA: Info Gempa Terkini: Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Banten
Bahkan terlihat 11 tim yang selesai menjalani sesi latihan bebas 2 pada pagi langsung membersihkan debu tebal yang memenuhi livery.
Selain debu, Jake Dennis mengaku yang menjadi tantangan pada balapan yang berlangsung di sirkuit yang terinspirasi dari tarian tradisional kuda lumping ini yakni terkait suhu yang begitu panas.
Namun dengan teknologi yang terus dikembangkan, Jake Dennis mengaku tak begitu mempermasalahkan dengan kondisi suhu terlebih selama balapan utama cuaca mendung.
Pembalap Inggris itu mengatakan bahwa cuaca yang lebih panas terjadi pada musim kesembilan atau gelaran seri perdana Jakarta E-Prix. Menurutnya situasi temperatur suhu pada balapan tersebut sungguh tak terkendali.
"Tantangan terbesar? Itu suhu panas. Ya, mungkin panas adalah hal terbesar bagi kami. Ada begitu banyak aliran udara di mobil," ujar Jake Dennis.
Jake Dennis harus puas finis di urutan ke-17 setelah gagal mengejar catatan waktu dari Dan Ticktum yang mengamankan gelar juara Jakarta E-Prix.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono meminta warga mewaspadai kebakaran di permukiman padat, terutama saat cuaca panas berkepanjangan.
Polresta Jogja menyatakan dugaan pungli dan pemerasan terhadap Bolosego di Alkid tak memenuhi unsur pidana setelah memeriksa 17 orang.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.