Sulit Menikmati Uang Meski Sudah Mapan? Mungkin Ini Penyebabnya
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
Kahudi Wahyu/PSIS Semarang
Harianjogja.com, JOGJA—PSIS Semarang resmi mengenalkan Kahudi Wahyu sebagai pelatih untuk kompetisi Liga 2 2025/2026.
BACA JUGA: Gilbert Agius Dipecat PSIS Semarang
Direktur utama PT. Mahesa Jenar Semarang, Agung Buwono mengatakan dipilihnya Kahudi Wahyu sebagai pelatih kepala telah melalui beberapa tahapan proses dan sejumlah pertimbangan.
"Faktor teknis karena tahun lalu coach Kahudi dapat membangun pondasi yang bagus di salah satu tim yang promosi [Persijap]," kata Agung dalam keterangannya, Senin (30/6/2025).
Faktor lainnya, Kahudi juga dianggap memiliki kemampuan menjadi leader di antara para pemain, ofisial dan mampu membangun kekompakan di dalam maupun luar lapangan. Agung berharap kehadiran Kahudi bisa membawa PSIS kembali berprestasi.
"Semoga coach Kahudi bisa memberikan kontribusi yang baik sehingga PSIS bisa berprestasi dan kembali ke Liga 1," kata Agung.
Agung memastikan, usai memperkenalkan pelatih baru, PSIS langsung gerak cepat menghadapi Liga 2 2025/2026.
Seperti diketahui, PSIS Semarang terdegradasi dari Liga 1 2025/2026 bersama dengan PSS Sleman dan Barito Putra. Ketiga tim tersebut harus menjalani kompetisi kasta kedua di Tanah Air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
Gebyar Fest 81 Bank Jateng melibatkan 1.100 debitur dengan penyaluran kredit Rp279 miliar serta 453 booth UMKM.
Promo 17 Agustus 2026 hadir dari KAI, Ancol, CFC, Kopi Kenangan hingga Gramedia dengan diskon dan paket hemat.
Operasi SAR pascagempa Mbay Nagekeo memasuki hari kedua. Pencarian difokuskan di Manggarai dan Manggarai Timur dengan 112 orang terdampak.
Pasar Ngasem semarak HUT ke-81 RI dengan ikat kepala Merah Putih, permainan kemerdekaan, serta jenang dan wingko gratis.
Merti Keistimewaan DIY digelar sebulan dengan 298 kegiatan untuk memperingati 14 tahun UUK DIY dan memperkuat partisipasi masyarakat.