UU Terorisme Masih Dominan Pidana, Deradikalisasi 7 Persen
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil meraih medali perak pada kejuaraan IFSC Climbing World Cup 2025 disiplin speed di Chamonix, Prancis, Minggu (13/7/2025) WIB. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil meraih medali perak pada kejuaraan IFSC Climbing World Cup 2025 disiplin speed di Chamonix, Prancis, Minggu (13/7/2025) WIB.
Desak Made mencatatkan waktu 6,46 detik, namun harus mengakui keunggulan atlet Polandia, Aleksandra Miroslaw, yang tampil lebih cepat dengan waktu 6,19 detik untuk mengamankan posisi teratas dan medali emas.
"Saya sedih karena saya membuat kesalahan dalam panjatan saya, tapi saya tetap senang karena ini medali kedua saya dalam dua ajang," ujar Desak Made dikutip dari laman resmi IFSC.
BACA JUGA: Kasus Leptopirosis di Kota Jogja Melonjak, Dinkes DIY: Jika Ada Gejala Segera Periksa
Pencapaian Desak Made tersebut merupakan medali keduanya pada tahun ini setelah berhasil mengamankan medali emas di seri Krakow, Polandia. Namun, langkah desak tidak diikuti tiga wakil Indonesia lainnya di disiplin speed yang harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal di babak perdelapan final.
Wakil Indonesia lainnya di speed putri, Rajiah Sallsabillah yang mencatatkan waktu 7,07 detik takluk di tangan atlet Polandia, Natalia Kalucka, yang meraih waktu 6,72 detik.
Di speed putra, Kiromal Katibin juga harus merelakan langkahnya terhenti setelah sempat mengalami slip saat berhadapan dengan wakil Italia, Matteo Zurloni sebelum menyentuh garis waktu akhir.
Katibin mencatatkan waktu 5,28 detik, lebih lambat dari Zurloni yang menorehkan 5,24 detik. Sementara itu, Raharjati Nursamsa gugur karena melakukan false di babak yang sama saat menghadapi Erik Noya Cardona asal Spanyol, demikian catatan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Di kategori putra disiplin speed, medali emas berhasil diraih oleh Samuel Watson dari Amerika Serikat, yang mengalahkan Rishat Khaibullin dari Kazakhstan di final. Watson mencatatkan waktu 4,65 detik, sangat mendekati rekor dunia miliknya sendiri (4,64 detik) yang diraihnya di Bali.
Untuk disiplin Lead, wakil putra Indonesia belum berhasil menembus babak semifinal. Musauwir menempati posisi ke-57, dan Muhammad Rizky Syahrafli Simatupang di posisi ke-58.
Sementara itu, wakil putri Lead Indonesia, Sukma Lintang Cahyani, menempati posisi ke-28 di babak kualifikasi, sedikit di luar 24 posisi teratas yang berhak melaju ke semifinal.
Selanjutnya, tim putra dan putri disiplin Lead Indonesia akan melanjutkan perjuangan mereka pada seri selanjutnya IFSC Climbing World Cup 2025 di Madrid, Spanyol, pada tanggal 18-19 Juli 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Dinkes Kabupaten Magelang membekali 35 petugas Promkes dari puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan memanfaatkan AI dan menulis artikel.
Media Belanda menyoroti drama Timnas Indonesia vs Bangladesh 9-2 yang ditentukan tiga gol pada menit-menit akhir FIFA ASEAN Cup 2026.
Jalan berlubang menjadi salah satu kondisi yang cukup sering ditemui pengendara, terutama ketika melintasi ruas jalan yang sedang diperbaiki dan tidak rata.
Daftar Kapolri dari masa ke masa sejak 1945. Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri ke-26 setelah menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Cristiano Ronaldo meninggalkan kamp Portugal. Media melaporkan akun Timnas Portugal kehilangan sekitar 500 ribu followers setelah kabar tersebut mencuat