Media Belanda Ikut Soroti Drama Timnas Indonesia Lolos ke Final

Jumali
Jumali Jum'at, 02 Oktober 2026 12:37 WIB
Media Belanda Ikut Soroti Drama Timnas Indonesia Lolos ke Final

Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh/ Instagram: Thebafufe

Harianjogja.com, JOGJA— Sejumlah media Belanda menyoroti drama kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh dengan skor 9-2 pada fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Perhatian tertuju pada tiga gol yang tercipta pada menit-menit akhir dan menentukan kelolosan Indonesia ke final.

Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026), berlangsung dalam situasi yang membuat posisi Indonesia dan Malaysia di puncak klasemen terus berubah. Kedua tim sama-sama mengakhiri Grup A dengan tujuh poin dan selisih gol +9, tetapi Indonesia unggul produktivitas gol sehingga berhak melaju ke final.

Media Belanda Voetbal International menempatkan drama penghujung pertandingan sebagai bagian penting dari kisah Indonesia menuju final. Media tersebut menyoroti upaya Indonesia memburu trofi pertamanya sejak 1991.

Sementara itu, VoetbalPrimeur secara khusus mengulas bagaimana posisi Indonesia sempat berada dalam tekanan setelah Malaysia menang 6-0 atas Singapura.

Posisi Indonesia dan Malaysia Berubah di Menit Akhir

Indonesia sebenarnya mengawali pertandingan dengan keunggulan besar. Mitchell Baker mencetak dua gol pada menit ke-11 dan 20, sebelum Rizky Ridho menambah keunggulan pada menit ke-32. Bangladesh sempat memperkecil ketertinggalan melalui Shahriar Emon pada menit ke-36.

Baker kemudian melengkapi hattrick pada menit ke-37 dan mencetak gol keempatnya pada menit ke-42. Justin Hubner membuat Indonesia unggul 6-1 melalui gol pada menit 45+1. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Indonesia tidak langsung mampu menambah gol. Di pertandingan lain, Malaysia justru terus memperbesar keunggulan atas Singapura hingga menjadi 6-0.

Situasi tersebut membuat Indonesia harus mengejar produktivitas gol Malaysia. FIFA mencatat Indonesia dan Malaysia sama-sama finis dengan tujuh poin dan selisih gol +9, sehingga jumlah gol yang dicetak menjadi pembeda di antara keduanya.

VoetbalPrimeur menggambarkan perubahan situasi tersebut sebagai drama pada penghujung laga. Media Belanda itu menyoroti bahwa Indonesia sempat mengira telah mencetak gol ketujuh yang membuat skor menjadi 7-1.

Namun, Bangladesh kemudian mencetak gol balasan pada menit ke-90+1 melalui Farhaan Ali Wahid. Gol tersebut membuat skor menjadi 7-2 dan kembali mengubah perhitungan posisi Indonesia dalam persaingan dengan Malaysia.

Kevin Diks dan Mitchell Baker Jadi Penentu

Indonesia kemudian kembali mendapatkan gol pada menit ke-90+6. Kevin Diks mencetak gol kedelapan Indonesia dan membuat skor berubah menjadi 8-2.

Satu menit kemudian, Mitchell Baker mencetak gol kelimanya dalam pertandingan tersebut. Gol pada menit ke-90+7 itu membuat Indonesia menang 9-2 sekaligus memastikan produktivitas gol Garuda melewati Malaysia.

Dengan hasil tersebut, Indonesia menutup fase grup dengan tujuh poin. Malaysia juga mengoleksi tujuh poin setelah menang 6-0 atas Singapura, tetapi Indonesia mencetak total 11 gol sepanjang fase grup, sedangkan Malaysia mengoleksi sembilan gol. Perbedaan produktivitas tersebut mengantarkan Indonesia ke final.

FIFA menyebut tiga gol Indonesia pada penghujung laga sebagai bagian dari malam dramatis di Jakarta. Baker menjadi pemain paling menonjol setelah memborong lima gol, sedangkan Luke Vickery dan Kevin Diks masing-masing menyumbang satu gol pada fase akhir pertandingan.

Sorotan Media Belanda

Voetbal International menjadikan perjalanan Indonesia menuju final sebagai perhatian tersendiri dengan mengaitkannya pada penantian trofi sejak 1991. Sementara itu, VoetbalPrimeur lebih banyak mengulas perubahan posisi Indonesia dan Malaysia selama pertandingan berlangsung.

Sorotan tersebut muncul karena pertandingan Indonesia dan Malaysia berlangsung secara bersamaan. Ketika Malaysia menang 6-0, Indonesia membutuhkan tambahan gol agar tetap berada di posisi pertama Grup A. Gol Diks dan Baker pada masa tambahan waktu akhirnya mengubah perhitungan tersebut. Kemenangan 9-2 tersebut membawa Indonesia ke final, sedangkan Malaysia harus memainkan pertandingan perebutan tempat ketiga pada 5 Oktober 2026.

Indonesia selanjutnya menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk memperebutkan gelar pada edisi perdana turnamen yang digelar FIFA tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online