Ledakan Gas Tanam Tewaskan 3 Orang, Korban Terakhir Telah Dievakuasi
Basarnas menemukan korban terakhir reruntuhan rumah di Grand Polonia Medan. Total tiga orang meninggal dan empat korban berhasil selamat.
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi takluk dari ganda Korea Selatan Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong di babak 16 besar Japan Open 2025, Kamis (17/7/2025). ANTARA/HO-X/@INABadminton/pri.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi ditarget bisa menembus semifinal BWF World Tour Super 1000 China Open 2025 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Jiangsu, China, 22–27 Juli.
Hal itu disampaikan Pelatih badminton ganda putri pelatnas PBSI Karel Mainaky. “Melihat penampilan Ana/Tiwi di Japan Open kemarin, secara pola main, daya juang, dan stamina sudah cukup baik,” kata Karel dalam keterangan resmi PP PBSI di Jakarta, Senin (21/7/2025).
BACA JUGA: Hasil Japan Open 2025: Amri/Nita dan Rehan/Gloria Tersingkir
Meski demikian, Karel menilai masih ada aspek yang perlu ditingkatkan dari pasangan ranking 10 dunia itu, terutama terkait konsistensi dan keyakinan saat menghadapi momen-momen penting di lapangan. “Tinggal keyakinan yang harus ditambah, karena masih ada ragu-ragu ketika masuk ke fase krusial,” ujar Karel.
Oleh karena itu, ia berharap pasangan Ana/Tiwi bisa tampil lepas dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka di China Open nanti. “Saya tetap menargetkan semifinal untuk Ana/Tiwi. Saya harap mereka bisa main lepas dan percaya diri,” kata Karel menambahkan.
Pekan lalu, Ana/Tiwi tersingkir di babak kedua Japan Open setelah kalah dari unggulan ketujuh asal Korea Selatan, Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong dengan skor 22-20, 19-21, 11-21.
Ana/Tiwi akan mengawali perjuangan di China Open berhadapan dengan wakil Taiwan, Sung Shou Yun/Yu Chien Hui. Mereka menjadi harapan satu-satunya pada sektor ganda putri Indonesia setelah Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti dipastikan absen karena Fadia mengalami gangguan kesehatan.
Karel mengatakan Fadia sudah mengeluhkan kondisi tidak fit saat akan tampil pada perempat final Super 750 Japan Open 2025, pekan lalu. “Fadia mengatakan kepada saya dia merasa tidak enak badan sejak pagi hari sebelum pertandingan. Tapi dia tetap mau main,” kata Karel dalam keterangan resmi PP PBSI, Senin.
Namun, setelah pertandingan tersebut, kondisi Fadia memburuk. Ia mengalami demam, sakit kepala, dan tenggorokan, hingga akhirnya diputuskan mundur dari China Open untuk fokus menjalani pemulihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basarnas menemukan korban terakhir reruntuhan rumah di Grand Polonia Medan. Total tiga orang meninggal dan empat korban berhasil selamat.
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling
Pemerintah menyiapkan perluasan dana BPDP untuk kakao guna meningkatkan produktivitas dan mengembalikan kejayaan kakao Indonesia.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.917 per dolar AS pada perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Sentimen global dan sikap hawkish The Fed masih menjadi faktor utama t
Media internasional seperti AP, Reuters, dan SCMP menyoroti pengunduran diri Kepala BGN Nanik Deyang di tengah berbagai tantangan Program Makan Bergizi Gratis,