Penerbangan Terganggu Erupsi Anak Krakatau, Persebaya Naik Kapal ke Surabaya

Newswire
Newswire Minggu, 06 September 2026 21:57 WIB
Penerbangan Terganggu Erupsi Anak Krakatau, Persebaya Naik Kapal ke Surabaya

Penerbangan terganggu erupsi Anak Krakatau, Persebaya memilih perjalanan darat dan laut dari Lampung ke Surabaya melalui Bakauheni-Merak. /Antara.

Harianjogja.com, SURABAYA— Tim Persebaya Surabaya harus mengubah rencana perjalanan pulang setelah penerbangan terganggu akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Usai menjalani laga tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, rombongan Persebaya memilih menempuh perjalanan darat dan laut untuk kembali ke Surabaya, Jawa Timur.

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi sejumlah pemain, termasuk kapten Persebaya Francisco Rivera. Pemain asal Meksiko itu mengaku baru kali ini melakukan perjalanan menggunakan kapal laut di Indonesia dalam perjalanan menuju Surabaya.

“Ya, ini adalah pengalaman baru bepergian seperti ini ke Surabaya. Kami bisa memahami para penggemar yang melakukan perjalanan serupa untuk mendukung kami,” kata Rivera dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Minggu.

Persebaya Naik Kapal dari Bakauheni

Rombongan Persebaya meninggalkan hotel di Lampung pada Minggu sekitar pukul 07.00 WIB. Dari lokasi tersebut, tim bergerak menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.

Setelah tiba di Merak, perjalanan belum selesai. Tim kemudian dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Surabaya menggunakan bus melalui jalur darat.

Dengan rute tersebut, rombongan harus mengombinasikan transportasi darat dan laut sebelum kembali ke markas Persebaya. Perjalanan ini ditempuh sebagai alternatif setelah penerbangan terganggu akibat kondisi abu vulkanik.

Rivera berharap seluruh rangkaian perjalanan dapat berlangsung tanpa kendala sehingga para pemain dan ofisial bisa segera tiba di Surabaya.

“Kami berharap semuanya baik-baik saja dan kami bisa segera tiba di Surabaya,” ucapnya.

Pengalaman tersebut sekaligus membuat Rivera memahami perjalanan yang biasa dilakukan para suporter ketika mendukung Persebaya dalam laga tandang.

Bandara Soekarno-Hatta Sempat Ditutup

Gangguan terhadap penerbangan terjadi setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebelumnya menetapkan penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (6/9) pukul 01.30 hingga 05.30 WIB berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26.

Dampaknya, sejumlah penerbangan mengalami gangguan. Data Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 33 penerbangan terdampak, termasuk penerbangan dari dan menuju Lampung serta penerbangan menuju Surabaya.

Penutupan operasional bandara kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB. Perpanjangan dilakukan karena sebaran abu vulkanik masih terdeteksi sehingga aspek keselamatan penerbangan harus terus dipantau oleh otoritas terkait.

Kondisi tersebut turut memengaruhi perjalanan sejumlah pihak yang berada di Lampung, termasuk rombongan Persebaya yang baru saja menyelesaikan pertandingan tandang.

Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas

Erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya menyebabkan sebaran abu vulkanik meluas ke sejumlah wilayah. Sebaran tersebut dilaporkan mencapai Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung.

Kondisi abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam operasional penerbangan karena dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Penutupan sementara bandara menjadi langkah mitigasi sembari otoritas memantau perkembangan kondisi udara.

Bagi Persebaya, situasi tersebut membuat perjalanan pulang ke Surabaya harus dilakukan dengan rute alternatif. Dari Lampung, rombongan menggunakan perjalanan darat menuju Bakauheni, kemudian menyeberang menggunakan kapal menuju Merak sebelum kembali melanjutkan perjalanan darat menggunakan bus ke Surabaya.

Perjalanan panjang tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Francisco Rivera dan para pemain Persebaya. Di sisi lain, perjalanan melalui jalur darat dan laut menjadi pilihan agar rombongan dapat tetap bergerak menuju Surabaya di tengah terganggunya penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online