TNI Dikerahkan Basmi Begal, Ini Penjelasan Kemenhan
Kemenhan jelaskan peran TNI dalam memberantas begal Jakarta lewat OMSP bersama Polri untuk menjaga keamanan masyarakat.
Sepakbola - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTEN-Pelatih Dewa United Banten FC Johannes Hendrikus Olde Riekerink mengakui timnya kalah dalam duel transisi cepat saat ditaklukkan Malut United FC 1-3 pada laga pembuka BRI Super League di Banten International Stadium, Kota Serang, Sabtu (9/8) malam.
“Kita tahu kekuatan Malut FC ada di transisi. Gol pertama adalah transisi, gol kedua kesalahan individu, dan gol ketiga transisi. Jadi semoga ini menjadi pelajaran besar,” kata Riekerink usai laga.
Menurutnya, tim sebenarnya memiliki ekspektasi tinggi untuk mendominasi pertandingan sebagaimana yang dibicarakan dalam persiapan, namun gagal menerjemahkannya di lapangan.
“Satu bagian bisa kita lakukan, satu bagian lagi tidak. Pada akhirnya kita tidak mendapatkan poin,” katanya.
Ia menilai, kesalahan di awal babak kedua menjadi titik balik. “Kita bermain dua menit, lalu Wahyu Prasetyo membuat kesalahan, dan itu menjadi 2-0. Itu juga mempengaruhi mental tim,” katanya.
Meski tertinggal 0-3, Riekerink mengaku sempat merasa timnya masih bisa membalikkan keadaan. “Sepuluh menit sebelum akhir, saya masih merasa bisa mencetak tiga gol. Setelah skor 3-1, kita dapat peluang, saya yakin bisa 3-3,” ujarnya.
Namun peluang tersebut tak mampu dikonversi menjadi gol tambahan. “Kita dibunuh dengan transisi. Itu kualitas Malut, mereka sangat kuat, pelari, dan secara fisik bisa menahan bola. Cara main mereka berbeda dengan kita,” kata pelatih asal Belanda itu.
Riekerink menegaskan kekalahan di kandang pada laga perdana ini harus menjadi pelajaran penting. “Kita bermain di stadion kita, di pertandingan pertama, dan itu semua mengecewakan. Kita harus belajar dari permainan ini,” ujarnya.
Sementara itu, penyerang sayap kiri Dewa United Banten FC, Taisei Marukawa, menyebut gol cepat lawan membuat jalannya pertandingan semakin berat. “Ini adalah permainan yang sulit karena mereka cetak gol cepat dan melakukan serangan balik. Tapi bagi saya, permainan ini sudah selesai. Kita bisa fokus ke pertandingan selanjutnya,” kata Marukawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhan jelaskan peran TNI dalam memberantas begal Jakarta lewat OMSP bersama Polri untuk menjaga keamanan masyarakat.
Ferrari Luce sebagai mobil listrik pertama Ferrari memicu penurunan saham dan debat soal arah elektrifikasi supercar.
Sapi kurban 1 ton dari Presiden Prabowo dibagikan ke 300 KK di bantaran Code, Kota Jogja saat Iduladha.
HP cepat panas bisa disebabkan kebiasaan penggunaan dan lingkungan. Simak penyebab dan cara mengatasinya agar ponsel tetap awet.
Red flag dan green flag jadi cara populer menilai hubungan sehat atau berisiko dalam percintaan modern.
Hasil undian Indonesia Open 2026 membuat sejumlah wakil Indonesia langsung menghadapi lawan berat sejak babak pertama.