PSS Sleman Kembali ke Super League, Harda Targetkan Prestasi
Bupati Sleman Harda Kiswaya optimistis PSS Sleman mampu bersaing di Super League 2026/2027 setelah menang 1-0 atas Kendal Tornado FC.
Pemain PSS Sleman berlatih di Lapangan Pakembinangun pada Rabu (12/8/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— PSS Sleman menghadapi persoalan cedera pemain menjelang bergulirnya Super League musim 2026/2027. Sedikitnya empat pemain harus menepi, tetapi Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, memastikan para pemain tersebut kini telah memasuki fase pemulihan.
Kondisi terbaru para pemain cedera itu disampaikan Huistra saat ditemui di Lapangan Pakembinangun pada Rabu (12/8/2026) sore. Menurut catatannya, terdapat tiga atau empat pemain yang mengalami cedera.
"Saat ini ada tiga atau empat pemain yang cedera, tapi mereka sedang dalam proses pemulihan," kata Huistra ditemui di Lapangan Pakembinangun pada Rabu (12/8/2026) sore.
Stefan Ashkovski dan Melvyn Lorenzen Jalani Pemulihan
Salah satu pemain yang masuk daftar cedera PSS Sleman adalah Stefan Ashkovski. Huistra menyebut Stefan saat ini masih menjalani pemulihan dari cedera yang dialaminya.
Selain Stefan, Melvyn Lorenzen juga belum sepenuhnya pulih. Namun, kondisi Melvyn disebut cukup baik sehingga berpeluang kembali merumput pada pekan depan.
"Melvin mengalami cedera ringan, sepertinya dia akan siap untuk minggu depan," ungkapnya.
Kabar tersebut menjadi perkembangan positif bagi PSS Sleman karena Melvyn diperkirakan tidak perlu menjalani masa pemulihan panjang sebelum kembali memperkuat tim.
Hanif Sjahbandi Butuh Waktu Dua Bulan
Berbeda dengan Melvyn Lorenzen, Hanif Sjahbandi masih membutuhkan waktu lebih panjang untuk memulihkan kondisi fisiknya. Huistra memperkirakan Hanif memerlukan waktu satu hingga dua bulan sebelum kembali bugar sepenuhnya.
"Hanif, tentu saja, itu butuh waktu agak lama. Mungkin butuh satu atau dua bulan sampai dia kembali bugar sepenuhnya," tuturnya.
Dengan estimasi tersebut, Hanif masih harus menjalani proses pemulihan sebelum kembali ke lapangan bersama PSS Sleman.
Frederic Injai Jalani Operasi
Penggawa PSS Sleman lainnya yang mengalami cedera adalah Frederic Injai. Legiun asing asal Perancis tersebut baru selesai menjalani operasi sehingga membutuhkan waktu pemulihan sebelum kembali bermain.
Huistra memperkirakan Injai dapat kembali ke lapangan dalam waktu tiga hingga empat pekan ke depan. Pemain yang musim lalu sudah merumput bersama PSS tersebut masih harus melewati masa pemulihan pascaoperasi.
"Injai baru saja menjalani operasi, jadi butuh waktu tiga atau empat pekan sebelum dia bisa kembali ke lapangan," ujarnya.
Christophe Nduwarugira Masih Urus Kitas
Sementara itu, satu pemain PSS Sleman lainnya yang belum bisa bergabung dengan tim bukan karena cedera. Christophe Nduwarugira masih berada dalam proses mengurus Kitas (Kartu Izin Tinggal Terbatas).
Pemain yang sebelumnya pernah berseragam Borneo FC tersebut belum merapat ke tim karena urusan administrasi. Huistra memastikan kondisi fisik Christophe dalam keadaan bugar.
"Chris sedang mengurus Kitas-nya, makanya dia tidak ada di sini. Kondisinya bugar," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya optimistis PSS Sleman mampu bersaing di Super League 2026/2027 setelah menang 1-0 atas Kendal Tornado FC.
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia dengan mesin V8 twin-turbo dan teknologi elektrifikasi yang menghasilkan tenaga hingga 920 PS.
KAI Daop 6 Jogja menegaskan pelaku pelecehan seksual dapat masuk blacklist dan dilarang menggunakan kereta api hingga 20 tahun.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi DIY memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang
MR alias Bos Gendut, buronan kasus 98 kg sabu, ditangkap BNN di salon kecantikan Mangga Besar. Aset Rp39,5 miliar turut disita.
UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center merupakan pusat inovasi AI yang dibangun oleh Indosat Ooredoo Hutchison bersama NVIDIA dengan UGM sebagai mitra akademik