Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Donny Warmerdam.ist/PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA – PSIM Jogja mendatangkan gelandang bertahan asal Belanda, Donny Warmerdam untuk memperkuat skuadnya untuk mengarungi BRI Super League 2025/26. Pemain berusia 23 tahun ini diharapkan dapat memperkuat lini tengah tim dan berkontribusi signifikan musim ini.
Donny Warmerdam memulai karier sepak bolanya di klub lokal RKVV Teylingen sebelum akhirnya bergabung dengan salah satu akademi terbaik di dunia, Ajax Amsterdam, pada tahun 2010. Selama 13 tahun menimba ilmu di Ajax, Donny berkutat di akademi klub, mulai dari kelompok umur U-17 hingga U-21.
BACA JUGA: Hasil Imbang Lawan Arema FC, Pelatih PSIM Van Gastel Perbaiki Lini Serang
Selama tiga musim bersama tim junior Ajax (Ajax U-21), Donny tampil dalam 82 pertandingan, mencetak lima gol, dan satu assist. Meskipun belum berhasil menembus tim utama, pengalaman berharganya di sana sangat diperhitungkan.
Pada 2023, pemain kelahiran Sassenheim ini melanjutkan kariernya di De Graafschap, klub divisi dua Liga Belanda. Selama dua tahun bersama klub tersebut, Donny telah tampil sebanyak 82 laga di liga kasta kedua sepak bola Belanda, dengan torehan 9 gol dan 7 assist.
Pemain dengan tinggi 174 cm ini mengaku ketertarikannya bergabung dengan klub kebanggaan warga Kota Yogyakarta tidak muncul secara instan. “Agen saya mengirim pesan bahwa PSIM Jogja tertarik, jadi saya mengambil waktu untuk memutuskan apakah ini cocok untuk saya atau tidak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Semangat para penggemar di sini sangat menyenangkan untuk dilihat. Kota Yogyakarta juga terlihat indah saat saya melihatnya di internet. Hal itu membuat saya tertarik.”
Target dan Harapan
Donny menegaskan niatnya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi Laskar Mataram. Ia bertekad untuk menjadi bagian penting dari tim. “Saya ingin bermain di setiap pertandingan untuk PSIM dan menjadi bagian penting bagi tim,” tuturnya.
Pemain yang piawai sebagai gelandang bertahan ini berharap bisa saling mendukung dengan rekan-rekan barunya. “Saya ingin kami bermain lebih baik, dan mereka juga membantu saya bermain lebih baik,” kata Donny optimistis.
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa kedatangan Donny merupakan rekomendasi langsung dari pelatih Jean-Paul Van Gastel. “Donny ini adalah pemain yang sudah diketahui Jean-Paul ketika di Belanda. Jadi, ini memang murni rekomendasi dari pelatih,” jelas Razzi.
Menurutnya, pengalaman bermain di tim junior Ajax dan De Graafschap menjadi modal berharga bagi Donny. “Kita ambil dia karena harapannya, dengan pengalamannya dia main di Ajax Youth dan kemarin juga main di Liga 2 Belanda secara reguler,” ungkapnya.
Razzi juga menyadari Donny belum pernah bermain di Asia. Meskipun demikian, ia berharap pemilik lima penampilan di Timnas Belanda U-16 ini dapat beradaptasi dengan cepat. “Semoga adaptasinya cepat karena dia belum pernah bermain di Asia,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m
Super League 2026/2027 akan diwarnai dominasi pelatih asing. Dari 18 klub peserta, hanya Isen Mulang FC yang menunjuk pelatih lokal, Ade Suhendra.