Galon Bekas Disulap Jadi Hiasan Bunga, Bank Sampah Patangpuluhan Jogja Naik Kelas
Kelurahan Patangpuluhan melatih pengurus Bank Sampah mengolah galon bekas menjadi hiasan bunga bernilai guna dan ekonomi.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel (kiri) didampingi Franco Ramos saat konferensi pers di Wisma PSIM, Jumat (4/9/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Madura United dalam pekan ketiga Super League 2026/2027. Sempat unggul lebih dulu pada babak pertama, Laskar Mataram justru harus pulang dengan kekalahan 2-1 dari tuan rumah.
Pertandingan PSIM Jogja vs Madura United berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9/2026) malam. Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menilai kekalahan tersebut seharusnya bisa dihindari jika timnya mampu memaksimalkan peluang sejak awal pertandingan.
Menurut Van Gastel, PSIM Jogja tampil dominan pada babak pertama dan memiliki sejumlah peluang yang semestinya bisa menghasilkan keunggulan lebih besar. Bahkan, ia menilai timnya layak menutup babak pertama dengan skor 3-0.
“Harusnya kami sudah bisa mengunci kemenangan di babak pertama karena kami punya beberapa peluang bagus. Secara permainan, kami layak unggul 3-0 saat jeda,” kata Van Gastel dalam konferensi pers seusai pertandingan.
PSIM Jogja Unggul Lebih Dulu
PSIM Jogja memang mampu mengontrol permainan pada 45 menit pertama. Nermin Haljeta yang mendapat kesempatan sebagai starter berhasil membuka keunggulan Laskar Mataram pada menit ke-15.
Gol tersebut tercipta setelah Haljeta menuntaskan umpan dari Ezequiel “Pulga” Vidal. Keunggulan 1-0 membuat PSIM Jogja berada dalam posisi yang cukup menguntungkan untuk mengendalikan pertandingan.
Haljeta bahkan sempat kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-40. Namun, gol tersebut akhirnya dianulir setelah wasit Thoriq Alkatiri melakukan pengecekan VAR.
Hasil pemeriksaan VAR menyatakan Franco Ramos berada dalam posisi offside dalam rangkaian serangan sebelum gol terjadi. Keputusan tersebut kemudian membuat PSIM Jogja gagal menambah keunggulan sebelum jeda.
Van Gastel juga menyoroti proses pengecekan VAR tersebut. Ia merasa bingung karena pertandingan sempat dilanjutkan dan Madura United sudah melakukan kick-off sebelum wasit kembali menghentikan laga untuk melakukan pemeriksaan.
“Ada satu gol kami yang dianulir, tapi anehnya wasit sempat melanjutkan pertandingan dan tim lawan sudah melakukan kick-off. Tiba-tiba wasit menghentikan laga lagi untuk mengecek. Jujur ini sangat membingungkan, aturan sebenarnya seperti apa?” ujarnya.
Skor 0-1 untuk keunggulan PSIM Jogja bertahan hingga turun minum.
Madura United Balikkan Keadaan
Situasi berubah pada babak kedua. Madura United tampil lebih menekan dan mulai memberikan tekanan lebih besar terhadap pertahanan PSIM Jogja.
Tuan rumah akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan pada menit ke-70. Mendonca mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan situasi sepak pojok.
Mendonca berhasil lolos dari kawalan Jop van der Avert sebelum mengarahkan bola ke gawang PSIM Jogja yang dikawal Cahya Supriadi. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Hanya berselang dua menit, Madura United kembali mencetak gol. Gali Freitas melewati kawalan Ondrej Rudzan dan Jop van der Avert sebelum melepaskan sepakan jarak dekat.
Gol tersebut membuat Madura United berbalik unggul 2-1 atas PSIM Jogja.
Van Gastel kemudian melakukan tiga pergantian pemain sekaligus pada menit ke-76. Perubahan tersebut membuat serangan PSIM Jogja terlihat lebih hidup.
Namun, usaha Laskar Mataram untuk menyamakan kedudukan tidak membuahkan hasil hingga pertandingan berakhir. PSIM Jogja pun harus menerima kekalahan setelah sempat berada di posisi unggul pada babak pertama.
Van Gastel Soroti Konsistensi PSIM Jogja
Van Gastel menilai konsistensi selama 90 menit menjadi salah satu pekerjaan rumah PSIM Jogja yang harus segera diperbaiki. Menurutnya, kesalahan teknis mendasar mulai muncul pada babak kedua dan tidak terlihat pada 45 menit pertama.
“Pelajaran penting yang harus cepat kami benahi adalah konsistensi selama 90 menit penuh. Kami banyak melakukan kesalahan teknis mendasar yang tidak terjadi di babak pertama. Seharusnya kami menuntaskan laga sejak awal,” katanya.
Kekalahan dari Madura United menjadi hasil yang mengecewakan bagi PSIM Jogja setelah mampu tampil dominan pada babak pertama. Keunggulan yang sempat dimiliki akhirnya hilang dalam rentang waktu hanya dua menit.
Gelandang PSIM Jogja, Savio Sheva, menyebut hasil tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi tim. Ia berharap PSIM Jogja dapat memperbaiki penampilan pada pertandingan berikutnya.
“Tentu ini menjadi pelajaran buat kita ke depan, semoga di pertandingan selanjutnya kita bisa tampil lebih baik lagi dan mendapat poin penuh,” ucap Sheva.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Patangpuluhan melatih pengurus Bank Sampah mengolah galon bekas menjadi hiasan bunga bernilai guna dan ekonomi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 19 September 2026 tersedia 5 perjalanan dari masing-masing arah. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 19 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk keberangkatan terakhir.
Pemkot Jogja sidak Alkid usai viral dugaan pungutan pelaku usaha. Wawali Wawan Harmawan meminta persoalan diklarifikasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 19 September 2026 dari Stasiun Palur ke Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan tiap stasiun.
PSIM Jogja kalah 2-1 dari Madura United setelah unggul lebih dulu. Van Gastel menilai laga seharusnya sudah dikunci sejak babak pertama.