Polisi Selidiki Keributan di Tegalrejo Jogja, Diduga Penganiayaan
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar (kanan) bersama pelatih kepala, Jean-Paul Van Gastel saat perayaan ulang tahun Laskar Mataram ke-96 di Wisma PSIM, Jumat (5/9/2025). Ist/ Dok. PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA - Kebersamaan terasa kental dalam peringatan hari jadi ke-96 PSIM Jogja yang digelar secara sederhana. Manajemen, pelatih, dan pemain Laskar Mataram berkumpul di Wisma PSIM pada Jumat (5/9/2025) siang untuk menggelar doa bersama sekaligus prosesi potong tumpeng.
Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar Seno Aji, yang hadir mewakili Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno, menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran tim. Ia menilai capaian PSIM hingga saat ini merupakan hasil kerja keras dan disiplin semua pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada pelatih dan pemain. Alhamdulillah sampai hari ini PSIM luar biasa. Semoga prestasi ini terus berlanjut dan kita melangkah maju bersama,” ujar Wendy, Jumat (5/9/2025).
Ia juga menyinggung tema peringatan tahun ini, “Mengawal Warisan, Menyongsong Kejayaan”. Menurut Wendy, PSIM memikul tanggung jawab besar sebagai salah satu klub pendiri PSSI. Ia menyebut capaian kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional menjadi bukti perjalanan panjang tersebut.
BACA JUGA: Gelandang PSIM Jogja Rahmatsho Cetak Gol dan Antar Tajikistan U-23 Menang Atas Nepal
Sejalan dengan semangat itu, manajemen bersama Brajamusti, The Maident, dan pihak kepolisian sepakat untuk meniadakan perayaan di Tugu Jogja yang biasanya digelar tiap tahun. Langkah tersebut diambil demi menjaga ketertiban kota sekaligus kelancaran perizinan pertandingan kandang PSIM.
Wendy menceritakan bahwa hingga dini hari, manajemen bersama panitia ikut mendampingi aparat untuk mengimbau suporter agar tidak berkumpul.
“Berkat dukungan Brajamusti dan The Maident, kita bisa mengatur lalu lintas dan mengajak teman-teman suporter agar tidak datang. Ini penting demi keamanan dan kelancaran laga kandang,” jelasnya.
Wendy menitipkan nama besar PSIM kepada seluruh pemain dan pelatih. “Terima kasih atas perjuangan yang sudah dilakukan, kami percaya PSIM akan terus besar bersama kalian,” katanya.
Sementara itu, Rendra Teddy yang mewakili pemain menyampaikan harapan agar tim semakin solid. “Kami berharap PSIM makin kompak, sukses, dan mampu memberikan kebanggaan bagi masyarakat Jogja,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.