Mengenal 15 Mei Sebagai Hari Keluarga Internasional
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Eduardo Perez/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Persebaya melepas pelatih Eduardo Perez Moran setelah 11 laga kompetitif, dengan manajemen memastikan pengganti sudah disiapkan menunggu proses administratif selesai.
Manajemen klub dalam keterangan resmi yang diunggah melalui media sosial menyatakan keputusan pemutusan hubungan kerja tersebut berdasarkan hasil evaluasi internal terhadap performa tim sepanjang paruh pertama musim.
"Perihal pelatih pengganti, Persebaya telah mencapai kesepakatan jangka panjang. Namun, Persebaya akan bersikap profesional menunggu tuntasnya segala urusan legalitas," tulis akun resmi Instagram klub @officialpersebaya.
Pihak klub juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi coach Edu—sapaan akrab Eduardo Perez Moran—selama membimbing skuad Bajul Ijo.
Keputusan ini muncul setelah rangkaian hasil yang dinilai belum stabil. Pada laga terakhirnya, Persebaya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (22/11/2025) sore.
Menanggapi keputusan ini, kapten Persebaya Bruno Moreira melalui unggahan di Instagram Story pribadinya menyampaikan penghargaan untuk dedikasi pelatih.
"Terima kasih untuk semuanya, coach Edu! Hormat setinggi-tingginya untuk pelatih dan pribadi seperti Anda. Semoga Anda selalu sukses," tulis akun @brunomoreira99.
Eduardo Perez Moran yang lahir di Madrid, Spanyol, pada 2 Desember 1976 merupakan pemegang lisensi Pro UEFA. Pelatih ini dikenal dengan filosofi permainan berbasis penguasaan bola dan intensitas pressing tinggi.
Sebelum menangani Persebaya, coach Edu memiliki rekam jejak di Indonesia sebagai pelatih kiper Timnas Indonesia U-23 pada era Luis Milla (2017–2018). Ia juga pernah menjadi asisten pelatih Persija Jakarta dan memimpin PSS Sleman di awal 2020.
Pengalaman internasionalnya termasuk bekerja bersama klub Spanyol CP Villarrobledo, baik sebagai pelatih kepala maupun koordinator tim junior.
Persebaya merekrut coach Edu pada 3 Juni 2025 sebagai bagian dari restrukturisasi teknis menghadapi musim BRI Super League 2025/2026. Selama 11 pertandingan resmi, ia mencatatkan empat kemenangan, empat imbang, dan tiga kekalahan.
Salah satu prestasi terbaiknya adalah kemenangan 5-2 atas Bali United yang menurutnya berasal dari soliditas kolektif pemain. Sementara kekalahan 1-3 dari Persija Jakarta ia analisis terjadi akibat detail kecil dalam situasi bola mati.
Meski menghadapi dinamika performa, pelatih berusia 49 tahun itu meyakini Persebaya memiliki fondasi kuat untuk berkembang ke depan.
Persebaya memastikan akan bertindak profesional dalam proses pencarian pelatih baru dan akan mengumumkan pengganti setelah seluruh proses administratif diselesaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 disebut bakal menjadi ponsel pertama yang menghadirkan fitur Gemini Intelligence dari Google.
Persebaya diingatkan Bernardo Tavares agar tidak meremehkan Semen Padang meski lawan sudah degradasi ke Liga 2.
Primbon Jawa menyebut weton Jumat Pahing memiliki aura pemimpin, rezeki baik, dan karakter mudah disukai banyak orang.
Proyek PSEL Bantul belum berjalan karena dana Danantara belum turun saat volume sampah rumah tangga terus meningkat.
Primbon Jawa menyebut lima weton perlu lebih waspada saat Jumat Pahing. Simak penjelasan dan pantangan menurut tradisi Jawa.