Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
PSS Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman melayangkan surat resmi atas kinerja wasit dalam laga Deltras FC dan PSS Sleman pada Sabtu (22/11/2025) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
Dalam pertandingan tersebut, sang pengadil lapangan mengeluarkan dua kartu merah dan sejumlah kartu kuning. Selain itu dalam laga tersebut, wasit juga menganulir sejumlah gol. Keputusan wasit dinilai tidak konsisten dan berpengaruh pada jalannya pertandingan pada malam hari itu.
Manajemen PSS melalui Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti menyatakan bila surat resmi telah dibuat oleh PSS Sleman.
"Kami menghormati setiap keputusan perangkat pertandingan. Namun, seperti yang disampaikan Head Coach, kami berharap konsistensi dalam pengambilan keputusan wasit di laga-laga berikutnya agar pertandingan bisa berjalan lebih lancar dan adil," kata Vita pada Senin (24/11/2025) malam.
"Surat sampun dibuat," katanya.
Dalam Post Match Press Conference, Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis menyoroti kinerja wasit dalam laga Deltras FC kontra PSS Sleman. Dari pandangan Ansyari ada sejumlah keputusan aneh yang diambil oleh wasit dan membuatnya bingung.
"Saya bukan mengkritik ya, tetapi ada keputusan-keputusan wasit yang aneh di pertandingan hari ini. Saya sebelumnya tidak pernah mau mau merespons apa wasit, segala macam, tapi ini terkadang kami bingung gitu loh," tutur Ansyari usai laga pada Sabtu (22/11/2025) malam.
Contohnya, Ansyari merasa bingung akan standar keputusan wasit dalam menentukan lama tambahan waktu. Kadang begitu banyak pelanggaran tapi tambahan waktu yang diberikan berbeda-beda.
"Begitu banyak pelanggaran, begitu banyak foul, tetapi injury time kadang cuma 7 menit, nanti kadang 5 menit. Jadi, kami enggak tahu nih standardisasi dari dari dari wasit apa gitu," ujarnya.
Selain itu Ansyari juga menyoroti sejumlah gol PSS yang dianulir. Tercatat dua gol PSS yang lahir dari kaki Junior Haqi dan Gustavo Tocantins dianulir oleh wasit.
Bahkan gol penyama kedudukan PSS yang dicetak tambahan waktu babak kedua harus melalui proses pengecekan panjang.
"Yang kedua, seperti gol kami tadi, dia sudah mengambil keputusan itu gol sah, tetapi karena diprotes [dicek lagi]. Di [gol] awal, offside dia bilang. Yang kedua handball, yang ketiga bola out," ujarnya
"Jadi, standar-standar ini yang harus Komisi Wasit juga harus belajar, harus introspeksi diri gitu. Supaya apa, pertandingan itu sangat menarik gitu. Jangan terhenti hanya gara-gara feeling," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.