Hadapi Musim Hujan, Bupati Sleman Minta Drainase Dipantau
Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta petugas meningkatkan kesiapsiagaan drainase, irigasi, dan infrastruktur air menghadapi musim hujan.
Skuad PSS Sleman berlatih 11 lawan 11 pada Jumat (2/10/2016) di Stadion Maguwoharjo./Instagram: PSSleman
Harianjogja.com, SLEMAN— PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan menggelar latihan 11 lawan 11 di Stadion Maguwoharjo, Jumat (2/10/2026). Sesi tersebut dirancang untuk menjaga ritme permainan sekaligus memberi kesempatan kepada pelatih mencoba sejumlah variasi susunan pemain.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, mengatakan tim biasanya menjalani pertandingan setiap pekan ketika kompetisi berlangsung. Karena itu, jeda kompetisi membuat tim membutuhkan sesi latihan yang dapat mempertahankan nuansa pertandingan.
“Ya, normalnya kan kita ada pertandingan setiap minggu di liga. Jadi kami hanya ingin menjaga ritme,” kata Huistra seusai memimpin latihan di Stadion Maguwoharjo.
Dalam latihan tersebut, skuad Super Elja dibagi menjadi dua tim untuk bermain 11 lawan 11. Huistra memanfaatkan sesi itu untuk melihat sejumlah alternatif komposisi pemain.
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, latihan semacam itu juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pemain menjalankan variasi susunan tim di lapangan.
“Kami hanya main 11 lawan 11. Ini cuma latihan biasa, tapi kami mencoba beberapa variasi susunan pemain (lineup) yang berbeda. Bagus dan menarik untuk dilihat,” ujarnya.
Huistra menjelaskan latihan 11 lawan 11 bukan hal baru bagi PSS. Menu tersebut juga beberapa kali diberikan dalam sesi latihan sebelumnya, termasuk pada awal pekan.
“Kami sering main 11 lawan 11, bukan cuma hari ini tapi juga awal minggu lalu. Itu sesuatu yang harus terus dirasakan dan dilatih,” katanya.
Bagi Huistra, pengalaman bermain dalam format pertandingan penuh tetap perlu dipelihara meski kompetisi sedang berhenti sementara.
Hal berbeda terlihat pada sesi Jumat tersebut karena latihan 11 lawan 11 dipimpin langsung oleh perangkat pertandingan.
Satu wasit dan dua asisten wasit bertugas selama sesi berlangsung. Kehadiran pengadil lapangan membuat latihan berlangsung dengan situasi yang lebih menyerupai pertandingan sebenarnya.
Huistra mengatakan penggunaan wasit dalam latihan memberikan keuntungan tersendiri bagi tim. Keputusan di lapangan tidak seluruhnya harus bergantung kepada pelatih.
“Menggunakan wasit, itu selalu bagus. Supaya mereka tidak menyalahkan pelatih. Makanya saya selalu suka kalau ada wasit,” ungkap Huistra.
Dengan format tersebut, para pemain PSS tidak hanya menjaga intensitas permainan selama jeda internasional, tetapi juga tetap beradaptasi dengan situasi pertandingan, termasuk keputusan pengadil di lapangan.
Sesi latihan 11 lawan 11 itu menjadi bagian dari persiapan PSS Sleman untuk menjaga kesiapan tim sebelum kembali menjalani kompetisi setelah jeda internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta petugas meningkatkan kesiapsiagaan drainase, irigasi, dan infrastruktur air menghadapi musim hujan.
Sarwendah mengaku fitur Instagram Live miliknya dibatasi selama setahun. Ia juga menjelaskan unggahan video call Ruben Onsu diturunkan Instagram.
Warga Gondomanan, Andri Surya Kusuma, memilih transmigrasi ke Konawe Utara untuk mengembangkan usaha pertanian serai dan nilam.
Muhaimin Iskandar meminta BUMN tambang dan pupuk memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan mengarahkan CSR untuk pengentasan kemiskinan.
KSPI dan Partai Buruh akan menggelar demo di 38 provinsi pada 15–30 Oktober 2026, menuntut UMP 2027 naik 7,5%–9,5%.
Pansus DPRD Jogja mematangkan aturan tata beracara BK, mencakup sanksi etik, bukti digital, batas pengaduan, dan perlindungan pelapor.