Lulus dengan IPK 3,96, Dhea Ingin Kerja dan Kuliah S2 di Jepang
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Skuad PSS Sleman berlatih 11 lawan 11 pada Jumat (2/10/2016) di Stadion Maguwoharjo./Instagram: PSSleman
Harianjogja.com, SLEMAN— PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan menggelar latihan 11 lawan 11 di Stadion Maguwoharjo, Jumat (2/10/2026). Sesi tersebut dirancang untuk menjaga ritme permainan sekaligus memberi kesempatan kepada pelatih mencoba sejumlah variasi susunan pemain.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, mengatakan tim biasanya menjalani pertandingan setiap pekan ketika kompetisi berlangsung. Karena itu, jeda kompetisi membuat tim membutuhkan sesi latihan yang dapat mempertahankan nuansa pertandingan.
“Ya, normalnya kan kita ada pertandingan setiap minggu di liga. Jadi kami hanya ingin menjaga ritme,” kata Huistra seusai memimpin latihan di Stadion Maguwoharjo.
Dalam latihan tersebut, skuad Super Elja dibagi menjadi dua tim untuk bermain 11 lawan 11. Huistra memanfaatkan sesi itu untuk melihat sejumlah alternatif komposisi pemain.
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, latihan semacam itu juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pemain menjalankan variasi susunan tim di lapangan.
“Kami hanya main 11 lawan 11. Ini cuma latihan biasa, tapi kami mencoba beberapa variasi susunan pemain (lineup) yang berbeda. Bagus dan menarik untuk dilihat,” ujarnya.
Huistra menjelaskan latihan 11 lawan 11 bukan hal baru bagi PSS. Menu tersebut juga beberapa kali diberikan dalam sesi latihan sebelumnya, termasuk pada awal pekan.
“Kami sering main 11 lawan 11, bukan cuma hari ini tapi juga awal minggu lalu. Itu sesuatu yang harus terus dirasakan dan dilatih,” katanya.
Bagi Huistra, pengalaman bermain dalam format pertandingan penuh tetap perlu dipelihara meski kompetisi sedang berhenti sementara.
Hal berbeda terlihat pada sesi Jumat tersebut karena latihan 11 lawan 11 dipimpin langsung oleh perangkat pertandingan.
Satu wasit dan dua asisten wasit bertugas selama sesi berlangsung. Kehadiran pengadil lapangan membuat latihan berlangsung dengan situasi yang lebih menyerupai pertandingan sebenarnya.
Huistra mengatakan penggunaan wasit dalam latihan memberikan keuntungan tersendiri bagi tim. Keputusan di lapangan tidak seluruhnya harus bergantung kepada pelatih.
“Menggunakan wasit, itu selalu bagus. Supaya mereka tidak menyalahkan pelatih. Makanya saya selalu suka kalau ada wasit,” ungkap Huistra.
Dengan format tersebut, para pemain PSS tidak hanya menjaga intensitas permainan selama jeda internasional, tetapi juga tetap beradaptasi dengan situasi pertandingan, termasuk keputusan pengadil di lapangan.
Sesi latihan 11 lawan 11 itu menjadi bagian dari persiapan PSS Sleman untuk menjaga kesiapan tim sebelum kembali menjalani kompetisi setelah jeda internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.
Jennifer Hubner disorot netizen Malaysia setelah komentarnya soal permainan Timnas Malaysia. Polemik kemudian melebar ke persoalan keluarga.
Prancis ditahan Italia 1-1 di Stade de France. Zidane tetap puas meski Les Bleus gagal mempertahankan catatan sempurna di Nations League.