Jaga Ritme di Jeda Internasional, PSS Sleman Gelar Latihan 11 Lawan 11 dengan Wasit
PSS Sleman menggelar latihan 11 lawan 11 dengan wasit di Stadion Maguwoharjo untuk menjaga ritme permainan selama jeda internasional.
PSS Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN— Manajemen PSS Sleman angkat bicara terkait putusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang dijatuhkan kepada Super Elja. Klub menyatakan menghormati seluruh keputusan yang telah ditetapkan.
Dalam gambar tabel yang beredar, disebutkan bahwa PSS dikenai denda Rp12,5 juta atas kehadiran suporter away saat laga kontra Deltras pada 22 November lalu. Selain itu, Komdis juga menjatuhkan denda Rp50 juta akibat pelemparan air minum kemasan dalam jumlah banyak oleh suporter.
Sanksi tambahan diberikan atas perusakan fasilitas stadion, yakni dua APAR dan dua bangku stadion. Atas kejadian tersebut, PSS wajib membayar denda Rp15 juta dan menerima hukuman satu pertandingan kandang tanpa penonton.
Tak berhenti di situ, PSS juga dikenai denda Rp20 juta karena adanya suporter yang masuk ke lapangan dan menendang bola ke arah tribun. Dengan demikian, total denda yang harus dibayarkan PSS mencapai Rp97,5 juta.
Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, menegaskan bahwa klub menghormati sanksi yang diberikan Komdis PSSI.
“Izinkan saya menyampaikan kepada rekan-rekan, PSS Sleman menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI,” ujarnya pada Jumat (28/11/2025).
Vita menyebut keputusan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama tim.
“Sebagai bahan evaluasi bersama,” tegasnya.
Di sisi lain, Vita menambahkan bahwa Super Elja kini fokus menatap laga berikutnya. PSS juga mengajak para suporter untuk terus memberikan dukungan positif sepanjang kompetisi berlangsung.
“Saat ini fokus kami adalah mempersiapkan tim menghadapi pertandingan berikutnya. Kami juga mengajak PSS Sleman Fans untuk terus memberikan dukungan secara positif,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menggelar latihan 11 lawan 11 dengan wasit di Stadion Maguwoharjo untuk menjaga ritme permainan selama jeda internasional.
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.
KSAD Maruli Simanjuntak menanggapi namanya yang disebut masuk bursa calon Panglima TNI dan menyebut seluruh kepala staf berpeluang menjadi calon.
Pemerintah menargetkan jalan tol bebas truk ODOL mulai 1 Januari 2027 dengan integrasi data dan pengawasan berbasis teknologi.
Ingin mengambil Paket C? Simak syarat dokumen, cara daftar, proses pembelajaran, hingga ketentuan penilaian dan ujian Paket C.
Memasuki usia ke-270, Kota Jogja didorong terus memodernisasi kota dengan tetap berpijak pada budaya, sejarah, lingkungan, transportasi publik, dan kawasan rend